Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah membuka peluang pemberian insentif baru untuk kendaraan listrik untuk memperkuat industri sekaligus mengurangi beban energi nasional. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai kebijakan ini semakin relevan dalam kondisi saat ini.
Pembahasan mengenai insentif tersebut menjadi salah satu topik dalam koordinasi antara Kementerian Perindustrian dengan Kementerian Keuangan. Pemerintah tengah mengkaji skema yang paling efektif untuk mendorong adopsi kendaraan listrik.
Agus menekankan bahwa tujuan kebijakan kini tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan. Ada dimensi ekonomi yang dinilai lebih mendesak untuk diperkuat.
"Kalau memang pemerintah memberikan insentif untuk motor atau mobil listrik, ini semakin relevan," ujar Agus di kantor Kementerian Keuangan, Selasa (5/5/2026).
Kebijakan kendaraan listrik kini memiliki peran strategis dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM). Hal ini berdampak langsung terhadap beban subsidi energi.
"Sekarang ada yang lebih penting dari itu, itu agar kita lebih banyak mengurangi penggunaan BBM, artinya bisa mengurangi subsidi," katanya.
Foto: Warga mengisi daya mobil listrik pada Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN di kawasan Gambir, Jakarta, Kamis (23/4/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Selain itu, insentif juga dinilai sebagai alat untuk memperkuat struktur industri nasional. Agus menilai kebijakan ini bisa menciptakan efek berganda terhadap sektor tenaga kerja.
Menurutnya, penguatan industri kendaraan listrik akan berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja serta menjaga keberlangsungan industri dalam negeri.
"Dan yang ketiga yang juga tidak kalah pentingnya insentif atau stimulus itu memang harus dalam rangka untuk memperkuat industri kita sehingga tenaga kerja kita bisa juga terlindung," jelasnya.
Perubahan preferensi pasar mulai terlihat seiring meningkatnya kesadaran terhadap efisiensi energi. Meski demikian, Agus mengakui bahwa detail skema insentif masih dalam tahap pembahasan. Koordinasi dengan Kementerian Keuangan menjadi kunci dalam menentukan arah kebijakan tersebut.
Ia juga menyebut berbagai jenis insentif tengah dikaji, termasuk kemungkinan penguatan program yang sudah ada sebelumnya.
"Insentif macam-macam tadi kita bicarakan, kita sudah bicara salah satunya juga bicara soal insentif sebagai stimulus," ungkapnya.
Agus menegaskan bahwa seluruh kebijakan yang dirancang tetap diarahkan untuk memperkuat ekonomi nasional secara keseluruhan.
"Saya kira semua arahnya adalah untuk penguatan ekonomi nasional," katanya.
(fys/wur)
Addsource on Google

1 hour ago
3
















































