Jakarta, CNBC Indonesia - Media asing menyoroti penemuan gas alam berukuran besar di Indonesia oleh raksasa energi Italia, Eni. Kantor berita AFP melaporkan penemuan ini dalam tajuk 'Major' Indonesian natural gas find announced pada Selasa (21/4/2026).
Laman itu menekankan besarnya potensi temuan tersebut bagi sektor energi global. Dalam pernyataan resmi, Eni mengungkapkan cadangan gas tersebut berada sekitar 70 kilometer lepas pantai Kalimantan Timur, dengan estimasi mencapai 5 triliun kaki kubik gas serta 300 juta barel kondensat.
AFP juga melaporkan perusahaan menyebut temuan ini akan "membuka volume baru yang signifikan untuk pasar domestik dan internasional". Disebut pula bahwa pemerintah Indonesia menyambut positif kabar tersebut.
"Ini adalah penemuan raksasa. Selain gas, pada 2028 kita juga akan memproduksi sekitar 90.000 barel kondensat. Dan pada 2029-2030 jumlah itu bisa meningkat lebih lanjut menjadi 150.000 barel," ujar laman itu mengutip Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia.
"Temuan ini membuktikan bahwa Indonesia masih memiliki peluang signifikan untuk mengoptimalkan potensi minyak dan gasnya sebagai pilar keamanan energi nasional dan upaya mencapai swasembada energi," tambahnya lagi.
Produksi gas Eni di Indonesia diproyeksikan melonjak drastis, dari saat ini sekitar 600-700 MMSCFD menjadi 2.000 MMSCFD pada 2028, bahkan mencapai 3.000 MMSCFD dua tahun setelahnya. Lonjakan produksi kondensat juga diharapkan mampu menekan impor minyak Indonesia.
Sorotan media asing juga mengaitkan temuan ini dengan situasi energi global yang tengah bergejolak akibat konflik Timur Tengah. Harga minyak dunia kini berada di kisaran US$100 per barel atau sekitar Rp1,7 juta, jauh di atas asumsi APBN Indonesia sebesar US$70 per barel atau sekitar Rp1,19 juta.
Dalam konteks ini, langkah pemerintah memperkuat pasokan energi dinilai semakin strategis. Presiden Prabowo Subianto bahkan aktif menjajaki kerja sama energi dengan sejumlah negara. Dalam kunjungannya ke Moskow, Prabowo bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membahas potensi pengadaan minyak jangka panjang.
"Tidak ada angka spesifik yang kami miliki, tetapi ini akan menjadi jangka panjang untuk keamanan energi," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl Achmad Mulachela.
Menurut data International Energy Agency (IEA), gas alam menyumbang 15,6% pasokan energi Indonesia dan 12,9% pembangkit listrik pada 2023. Temuan terbaru Eni dinilai memperkuat peluang Indonesia untuk meningkatkan ketahanan energi nasional.
(tfa/sef)
Addsource on Google

1 hour ago
2

















































