Mantan Komunis! PDB Negara Ini Tembus US$1 T, Kalahkan Swedia-Swiss

3 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Polandia kini menjadi salah satu negara terkaya dunia, dengan PDB sekitar US$1 triliun. Negeri ini bahkan menjadi ekonomi terbesar ke-20 bumi, mengalahkan Swedia, Swiss dan Taiwan.

Jika disesuaikan dengan daya beli, PDB per kapita Polandia juga diprediksi akan melampaui Jepang tahun ini dan mencapai 80% dari rata-rata Eropa. Hal tersebut juga diramalkan IMF dan Eurostat.

"Bagi generasi saya, ini adalah pencapaian yang luar biasa; bagi generasi orang tua saya, ini adalah keajaiban," kata Menteri Keuangan Andrzej Domanski dikutip AFP, Selasa (3/2/2026).

Ya, tahun ini, ekonomi Polandia secara luas diperkirakan akan melampaui target pertumbuhan pemerintah sebesar 3,4%. Ini menjadikannya sebagai salah satu negara dengan kinerja terbaik di Uni Eropa (UE), dengan tingkat pengangguran turun.

Kinerja tersebut telah menarik perhatian Washington, yang telah mengundang Warsawa untuk menghadiri KTT G20 yang akan diselenggarakan di Miami Desember mendatang. Perlu diketahui, masuknya Polandia dilakukan AS setelah mengecualikan Afrika Selatan (Afsel) karena perselisihan diplomatik.

"Polandia, sebuah negara yang pernah terperangkap di balik Tirai Besi tetapi sekarang termasuk di antara 20 ekonomi terbesar di dunia, akan bergabung dengan kami untuk mengambil tempatnya yang sah di G20," kata Menteri Luar Negeri Marco Rubio.

Pengakuan Polandia di panggung dunia telah menjadi sumber kebanggaan bagi banyak warga Polandia. Merujuk ke tahun 1980-an, negeri itu tergolong tertinggal dibanding yang lain.

Namun, sejak kejatuhan komunisme 35 tahun yang lalu, Polandia telah mengubah dirinya. Dari semula negara dengan ekonomi komando yang terkenal dengan barang-barang yang dijatah dan rak-rak toko yang kosong, menjadi salah satu mesin pertumbuhan Eropa.

"Polandia memasuki tahun 1990-an dengan keinginan kuat untuk mengejar ketertinggalan dengan Barat," kata kepala asosiasi bisnis Lewiathan di negara itu, Maciej Witucki.

"Saat ini, kita tidak hanya mengejar ketertinggalan dengan Barat, tetapi kita telah melampauinya dalam banyak aspek kehidupan sehari-hari," tambahnya.

"Di Prancis, dalam tiga puluh tahun, satu-satunya hal yang berubah adalah harga, sekarang dalam euro dan bukan lagi dalam franc. Di Warsawa, semuanya berkembang setiap dua atau tiga tahun."

Hal ini juga dikatakan Bastien Loiseau, seorang pembuat film Prancis-Polandia yang telah tinggal di Warsawa selama dua puluh tahun terakhir. Menurutnya transformasi besar-besaran Polandia adalah bagian dari kehidupan sehari-hari.

Negara ini memiliki jaringan jalan raya modern dan transportasi umum yang efisien. Ada pula internet berkecepatan tinggi yang tersebar luas, serta keamanan dan kebersihan di ruang publik.

"Dibandingkan dengan Prancis, negara yang sulit diubah, Polandia berubah secara luar biasa," kata Loiseau.

Sementara itu, seorang pengacara bisnis Prancis yang telah lama tinggal di Polandia, Jean Rossi, mengatakan bahwa ia percaya "keajaiban ini terutama disebabkan oleh orang Polandia sendiri". Selain sistem pendidikan yang solid, ia memuji keyakinan luas bahwa "mereka sama sekali tidak dapat bergantung pada negara".

Namun sebenarnya, negara ini telah bergantung pada dana Uni Eropa untuk membantu modernisasi sejak bergabung dengan blok tersebut pada tahun 2004. Polandia akan menjadi penerima dana Uni Eropa terbesar dalam anggaran blok tersebut tahun 2028-34, menerima 123 miliar euro (145 miliar dolar AS).

"Polandia telah memanfaatkan dana Eropa dengan sangat baik, baik untuk infrastruktur maupun industri," kata Witucki lagi dengan perusahaan kecil dan menengah khususnya yang mendapat manfaat.

Tantangan ke Depan

Meski demikian, ada tantangan yang juga dihadapi. Ini terkait kelahiran Polandia, yang telah turun di bawah rata-rata Uni Eropa menjadi 1,1 anak per wanita.

Meskipun ada cuti melahirkan yang murah hati dan program sosial untuk keluarga, badan tersebut mengatakan populasi dapat menyusut menjadi 30 juta orang pada tahun 2060. Berkurang dari sekitar 38 juta saat ini.

"Tidak akan ada lagi yang bekerja," kata Rossi, mencatat bahwa keengganan untuk menerima warga Ukraina karena meningkatnya sentimen anti-imigran dapat menjadi kontraproduktif.

Para ahli juga menunjuk pada rendahnya tingkat inovasi dan pengeluaran penelitian, termasuk yang terendah di Uni Eropa. Belum lagi gaji yang relatif rendah untuk para ilmuwan, yang berkontribusi pada "pengurasan otak" (brain drain).

Namun Rossi, seperti banyak orang lain, tetap optimis, mencatat proyek-proyek penting yang sedang dikerjakan. Termasuk pembangkit listrik tenaga nuklir dan kereta api berkecepatan tinggi, serta industri luar angkasa yang berkembang pesat.

"Anda tidak bisa melakukan semuanya sekaligus. Pertama, mereka harus membangun infrastruktur, sekarang setelah itu selesai, mereka akan fokus pada penelitian dan pengembangan," katanya.

(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |