Jakarta CNBC Indonesia - Segmen Low Cost Green Car atau LCGC yang selama ini menjadi tulang punggung penjualan otomotif nasional justru mengalami tekanan signifikan sepanjang 2025. Penurunan penjualan mencapai sekitar 37%, sebuah angka yang mengejutkan bagi industri yang sebelumnya mengandalkan mobil murah sebagai penggerak volume pasar.
Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto mengungkapkan, kehadiran mobil listrik dengan harga semakin terjangkau menjadi salah satu penyebab utama tergesernya minat konsumen dari LCGC konvensional.
"LCGC kita rusak, turun sampai 37%. Karena sekarang dengan Rp200 jutaan orang sudah bisa dapat mobil listrik dengan desain bagus dan fitur lengkap," ujarnya dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, dikutip Rabu (11/2/2026)
Perubahan preferensi ini menunjukkan, konsumen tidak lagi semata mencari harga murah, tetapi juga mempertimbangkan teknologi, efisiensi energi, serta citra modern yang melekat pada kendaraan listrik.
Di sisi lain, produsen LCGC menghadapi tantangan berat untuk tetap relevan di tengah banjir merek baru, terutama dari produsen kendaraan listrik yang agresif menawarkan fitur dan desain futuristik.
Jongkie menilai bahwa meski segmen kendaraan murah masih memiliki pasar besar, pergeseran teknologi menjadi keniscayaan yang tidak dapat dihindari oleh industri otomotif nasional.
"Secara volume yang di bawah Rp300 juta masih oke kalau digabung. Tapi memang terjadi pergeseran dari ICE ke hybrid, plug-in hybrid, bahkan BEV," kata Jongkie.
Fenomena ini juga dipengaruhi oleh momentum kebijakan pemerintah yang sebelumnya memberikan insentif pajak bagi kendaraan listrik, sehingga menciptakan lonjakan pembelian di penghujung tahun.
Dengan semakin kompetitifnya harga kendaraan listrik, batas psikologis konsumen terhadap teknologi baru mulai menurun. Konsumen yang sebelumnya ragu kini melihat mobil listrik sebagai alternatif realistis, bukan sekadar tren.
Namun, industri tetap menghadapi tantangan terkait infrastruktur pengisian daya dan persepsi masyarakat mengenai biaya perawatan serta nilai jual kembali kendaraan listrik.
"Orang sekarang melihat pilihan. Kalau selisih harganya tipis tapi teknologinya lebih maju, tentu mereka beralih," ujar Jongkie.
Foto: Ketua Gaikindo, Jongkie Sugiarto saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Ketua Gaikindo, Jongkie Sugiarto saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
(dce)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
1

















































