Jakarta, CNBC Indonesia - Industri otomotif Indonesia memasuki 2026 dengan optimisme yang dibarengi kehati-hatian. Pelaku industri memproyeksikan pertumbuhan penjualan yang relatif tipis dibandingkan capaian tahun sebelumnya, seiring ketidakpastian kebijakan insentif dari pemerintah.
Demikian diungkap Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto dalam CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). Dia menyebut target penjualan tahun ini dipasang di angka sekitar 850 ribu unit, naik sekitar 5% dari realisasi 2025 yang berada di kisaran 803 ribu unit.
"Kita pasang proyeksi 850 ribu unit dibanding 803 ribu tahun lalu. Naiknya hanya sekitar 5% karena kita optimis tapi harus realistis," ujarnya, dikutip Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, realisasi target sangat bergantung pada kebijakan fiskal, terutama kemungkinan kembalinya insentif yang dapat meringankan harga kendaraan bagi konsumen.
Selain faktor insentif, Jongkie menilai potensi pasar domestik sebenarnya sangat besar. Indonesia memiliki populasi sekitar 280 juta jiwa dengan rasio kepemilikan mobil yang masih rendah dibandingkan negara tetangga.
Data industri menunjukkan rasio kepemilikan mobil di Indonesia baru sekitar 99 unit per 1.000 penduduk, jauh di bawah Malaysia yang mencapai 450 unit dan Thailand sekitar 270 unit.
"Kita selalu bilang ke investor, pasar Indonesia ini sangat potensial. Rasio mobil kita masih 99 per 1.000 orang, jadi ruang tumbuhnya masih besar sekali," kata Jongkie.
Besarnya potensi tersebut turut mendorong masuknya berbagai merek baru dan investasi pabrik, termasuk di sektor komponen yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan.
Gaikindo mencatat, total tenaga kerja yang terserap di industri otomotif, baik perakitan kendaraan maupun industri komponen, mencapai sekitar 1,5 juta orang. Angka ini menjadikan otomotif sebagai salah satu sektor manufaktur strategis nasional.
Meski demikian, keberlanjutan investasi dinilai membutuhkan dukungan regulasi yang lebih ramah investor, terutama dalam hal kepastian kebijakan jangka panjang dan kemudahan perizinan.
"Kita perlu regulasi yang lebih investor friendly supaya mereka yakin menanamkan modal di sini," ujar Jongkie.
Foto: Ketua Gaikindo, Jongkie Sugiarto saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Ketua Gaikindo, Jongkie Sugiarto saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
(dce)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
1

















































