Kronologi dan Penyebab Toko Tiffany dan Co Disegel Bea Cukai

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah Jakarta melakukan penyegelan terhadap sejumlah toko perhiasan mewah, Tiffany & Co, di Jakarta. Penyegelan didasari atas dugaan pelanggaran administrasi terhadap barang-barang yang diimpor.

Bagamana kronologi dan apa penyebabnya? Berikut rangkuman CNBC Indonesia, Selasa (17/2/2026).

Kepala Seksi Penindakan DJBC Kanwil Jakarta, Siswo Kristyanto mengatakan, salah satu penyegelan dilakukan terhadap toko perhiasan mewah di kawasan Plaza Senayan, Jakarta. Penyegelan itu bagian dari operasi penindakan untuk meningkatkan kepatuhan kepabeanan dan cukai.

"Kami dari Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jakarta melakukan operasi terkait barang-barang high value good, yaitu barang-barang bernilai tinggi yang kami duga terdapat barang-barang yang tidak diberitahukan kepada pemberitahuan impor barang," kata Siswo melalui keterangan tertulis, Kamis (12/2/2026).

Sanksi diterapkan apabila perusahaan tersebut terbukti melanggar, maka harus membayar denda 1.000 persen dari nilai kepabeanan maupun pajak dalam rangka impor. Hal ini, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan.

"Kalau pasalnya kita lebih terkait sanksi administrasi di bidang kepabeanan. Kita mencoba untuk mengeliminir bidang pidana, karena sesuai arahan dari pimpinan yang kita lakukan saat ini adalah bagaimana menggenjot penerimaan negara. Undang-undang Kepabeanan Nomor 17 tahun 2006," tegas Siswo.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sudawa buka suara ihwal penyegelan tiga toko emas mewah Tiffany & Co oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah Jakarta.

Purbaya menekankan, penyegelan memang akan dilakukan oleh Ditjen Bea dan Cukai bila ada indikasi barang yang diperdagangkan dari hasil impor tidak dilakukan sesuai dengan ketentuan kepabeanan, termasuk urusan pelunasan pungutan kepada negara.

"Pokoknya impor yang ilegal pasti akan ditutup dan disegel. Jadi semuanya harus main ke legal lagi," kata Purbaya saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis lalu.

Purbaya menekankan, penyegelan memang akan dilakukan oleh Ditjen Bea dan Cukai bila ada indikasi barang yang diperdagangkan dari hasil impor tidak dilakukan sesuai dengan ketentuan kepabeanan, termasuk urusan pelunasan pungutan kepada negara.

"Pokoknya impor yang ilegal pasti akan ditutup dan disegel. Jadi semuanya harus main ke legal lagi," kata Purbaya

Purbaya mengatakan, meski barang impor toko perhiasan itu telah masuk, namun ketika ditinjau ulang oleh petugas Bea Cukai kewajiban kepabeanannya belum terpenuhi. Maka, ketika diminta konfirmasi dan tak mampu membuktikan pemenuhan kewajibannya, penyegelan dilakukan.

"Itu sebagian besar yang masuk barangnya memang enggak bayar kan, dicurigain ini selundupan atau enggak, disuruh kasih lihat form perdagangannya itu segala macam, mereka enggak bisa tunjukkan," kata Purbaya lagi saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat.

Purbaya menekankan, dengan temuan itu, Bea Cukai menganggap barang emas perhiasan yang diperdagangkan Tiffany & Co merupakan selundupan dari Spanyol. Selain itu, juga ditemukan adanya tindakan under invoicing alias menjual di bawah harga pasaran untuk menghindari kewajiban perpajakan sebenarnya

"Jadi memang itu barang Spanyol ada yang penuh betul-betul selundupan, ada yang cuma bayarnya under invoicing, itu kelihatan semua. Jadi ada yang bilang juga ke saya harusnya polisi kalau punya namanya Bea Cukai nanti gabung dengan pajak," tegasnya.

Ia mencurigai adanya permainan antara oknum Bea Cukai dan toko perhiasan Tiffany & Co terkait kasus pelanggaran impor yang dilakukan perusahaan. Sebetulnya ada indikasi juga dari kasus ini terkait keterlibatan pegawai bea cukai. Sebab, barang impor yang masuk tak sesuai ketentuan bisa leluasa selama ini dan diperdagangkan toko emas perhiasan itu.

"Sepertinya ada nanti kita lihat siapa yang terlibat itu kan yang lama-lama kan ini kan pejabat-pejabat baru saya taruh, setelah saya puter-puter yang baik yang depan kan jadi dia berani bertindak, ya saya lihat bagus aja nanti saya lihat gimana sih hukumnya," ungkap Purbaya.

(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |