Jakarta, CNBC Indonesia - CEO Apple Tim Cook memprediksi penjualan ponselnya akan tetap kuat berkat permintaan model iPhone 17 yang di atas ekspektasi. Namun, ia juga memperingatkan dampak krisis kelangkaan chip memori global yang akan membuat harga komponen tersebut naik tajam.
Meski begitu, Cook enggan menjawab apakah Apple akan meneruskan kenaikan harga chip memori dengan menyesuaikan harga iPhone ke konsumen.
"Ada berbagai hal yang bisa kami dorong. Belum tahu seberapa sukses, tetapi ada berbagai opsi," kata Cook, dikutip dari Reuters, Senin (9/2/2026).
Analis menilai Apple memiliki posisi tawar kuat dengan pemasok utama seperti Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron, sehingga masih bisa mengamankan pasokan chip meski terjadi kelangkaan. Kondisi ini berbeda dengan produsen ponsel yang lebih kecil.
Kenaikan harga chip memori dipicu lonjakan permintaan dari perusahaan teknologi besar seperti Meta, Google, dan Microsoft yang membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Alhasil, produsen chip memprioritaskan chip HBM terkait AI yang lebih menguntungkan, dan 'mengesampingkan' chip memori konvensional untuk produk elektronik konsumen termasuk HP.
Keputusan Apple dinilai akan berdampak luas bagi industri. Tahun lalu, perusahaan tersebut memimpin pasar ponsel global dengan kenaikan pengiriman hampir 10%.
Menurut Direktur Riset Senior IDC, Nabila Popal, langkah Apple akan menjadi penentu arah pasar.
"Ini pertanyaan terbesar bagi industri saat ini. Ini seperti pedang bermata dua, karena jika Apple tidak menaikkan harga, hal itu membantu pertumbuhan pangsa pasar, tetapi juga bisa membuat investor tidak senang," ujarnya.
Sementara itu, Qualcomm memperingatkan kekurangan chip memori telah memukul produsen ponsel Android. Proyeksi keuangan perusahaan meleset dari perkiraan Wall Street karena pelanggan mereka kekurangan komponen.
Kepala keuangan Qualcomm, Akash Palkhiwala, mengatakan sejumlah OEM, terutama di China, terpaksa memangkas rencana produksi karena kekurangan chip.
"Kami melihat beberapa OEM, khususnya di China, mengambil langkah untuk mengurangi rencana produksi ponsel dan persediaan di saluran distribusi," katanya.
Analis menilai Apple berpotensi mendapatkan porsi pasokan DRAM lebih besar dibanding pesaingnya. Hal ini membuat produsen Android menunggu keputusan Apple sebelum menentukan strategi harga.
"Jika Apple menyerap seluruh kenaikan harga memori dan tidak mengubah harga ponselnya, maka ponsel Android akan menjadi lebih mahal, dan volume yang mereka harapkan akan dipertanyakan," kata seorang eksekutif industri ponsel.
Di sisi lain, sebagian investor memperkirakan Apple tetap akan menaikkan harga model iPhone baru.
"Apple kemungkinan besar akan terus menaikkan harga pada peluncuran model iPhone baru," kata manajer portofolio Synovus Trust, Dan Morgan.
Selain Apple, langkah Samsung juga dinilai akan menentukan arah pasar. Analis memperkirakan divisi ponsel Samsung mampu menahan kenaikan biaya karena mendapatkan pasokan memori dari unit Samsung lainnya,
"Kami mengamati Apple dan Samsung. Jika mereka menaikkan harga, maka batas harga akan naik dan produsen lain kemungkinan harus menyesuaikan harga," ungkap analis Emarketer, Gadjo Sevilla.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
1

















































