Kisah Konglomerat RI Rutin Bolak-Balik Gunung Kawi, Minta Petunjuk

6 hours ago 7
Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa lalu lewat relevansinya di masa kini.

Jakarta, CNBC Indonesia - Nama Sudono Salim atau Liem Sioe Liong abadi dalam sejarah sebagai salah satu konglomerat terbesar yang pernah dilahirkan Indonesia. Pendiri Salim Group ini sukses membangun imperium bisnis raksasa yang mencengkeram berbagai sektor strategis, mulai dari industri pangan hingga perbankan.

Kendati demikian, di balik kesuksesan finansial yang mencengangkan, terselip kisah unik mengenai sisi spiritual sang taipan yang rutin menyambangi kawasan Gunung Kawi di Jawa Timur.

Bagi Salim, perjalanan bolak-balik dari Surabaya ke Gunung Kawi bukan sekadar agenda ziarah biasa. Ia kerap mendatangi kuil-kuil Tionghoa guna mencari petunjuk gaib dan fatwa spiritual sebelum mengeksekusi keputusan bisnis yang berskala besar.

Salah satu momen krusial dalam sejarah bisnisnya terjadi pada 1975, tatkala ia tak sengaja bersua dengan Mochtar Riady dalam penerbangan menuju Hong Kong. Dalam perbincangan tersebut, Riady mengutarakan ambisinya mendirikan bank baru. Di sisi lain, Salim tengah memutar otak untuk mencari figur handal guna mengelola Bank Windu Kencana, Bank Dewa Ruci, dan Bank Central Asia (BCA).

Melihat kapasitas mumpuni Riady, Salim tanpa ragu mengajaknya berkolaborasi. Kesamaan visi tersebut menjadi batu loncatan yang melesatkan BCA menjadi bank swasta terbesar di Indonesia sejak dekade 1980-an hingga hari ini.

Jika menilik ke belakang, keputusan strategis Salim meminang Riady ternyata tidak lahir murni dari kalkulasi bisnis dingin, melainkan turut didorong oleh bisikan spiritual seorang peramal.

"Sekembalinya dari Gunung Kawi [menemui peramal], dengan keyakinan dia berkata kalau 'aku akan menjadi Tang Sheng untuk Mochtar'," ungkap Salim, sebagaimana dikutip dari buku Liem Sioe Liong dan Salim Group: Pilar Bisnis Soeharto (2016) karya Richard Borsuk dan Nancy Chng.

Merujuk literatur Gunung Kawi: Fakta dan Mitos, kawasan tersebut memang melegenda sebagai pusat ritual spiritual untuk memohon petunjuk dan ramalan. Bagi Salim, ritual ini memiliki tempat khusus dalam manajemen bisnisnya.

Richard Borsuk dan Nancy Chng mencatat bahwa Salim secara rutin melahap perjalanan darat selama tiga jam rute Surabaya-Gunung Kawi sebanyak tiga hingga lima kali dalam setahun. Setibanya di lokasi, ia lazimnya berdiam diri di sebuah kuil Tionghoa untuk menjalani ritual khusus dan meminta fatwa sang peramal sebelum meluncurkan proyek mega-korporasi.

"Di kuil-kuil tempat dia bersembahyang, Liem sering mengandalkan cara-cara gaib untuk membantunya memutuskan langkah apa yang harus diambil. Salah satu cara yang biasa dipakai adalah menggoyang-goyangkan tabung bambu berisi lidi-lidi dengan tulisan tertentu sampai sebatang lidi keluar, tulisan di lidi itu lalu dibaca dan ditafsirkan oleh rahib atau peramal," tulis Richard dan Nancy.

Seluruh nasihat sang peramal ditelan mentah-mentah dan diyakini secara mutlak oleh Salim. Ia percaya bahwa mengabaikan petunjuk tersebut sama dengan membuka pintu bagi keputusan keliru yang berujung pada kebangkrutan. Kepercayaan ini tidak hanya berlaku saat berekspansi, tetapi juga dalam menentukan letak dan spesifikasi fisik kantor yang membawa hoki.

Kisah legendaris tersebut terpatri pada 1968, saat Salim bersama kelompok elit konglomerat yang dijuluki Gang of Four-beranggotakan Sudwikatmono, Djuhar Sutanto, dan Ibrahim Risjad-bersiap merintis usaha bersama.

Alih-alih memborong ruang kantor yang mewah dan lapang, Salim justru bersikeras memilih sebuah ruangan sempit yang hanya berisi satu meja, satu unit telepon, dua buah kursi, dan tanpa pendingin udara (AC). Alasannya sederhana: lokasi tersebut memiliki feng shui yang diyakini membawa tuah keberuntungan.

Terbukti atau tidak, waktu yang menjawab. Kongsi bisnis yang dirintis bersama Gang of Four tersebut tumbuh menggurita dan menjelma menjadi fondasi kokoh bagi ekspansi seluruh lini bisnis Salim Group, mengukuhkan namanya sebagai legenda hidup dunia usaha tanah air.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |