Keputusan Presiden Ini Bikin Warga Sengsara, Bensin Tembus Rp72.700

14 hours ago 9

Jakarta, CNBC Indonesia - Warga Amerika Serikat (AS) menghadapi lonjakan harga bensin menjelang saat peringatan Labor Day setelah konflik AS-Iran kembali memanas dan mengguncang pasar energi global. Harga bensin nasional bahkan diperkirakan menembus US$4,03 per galon atau sekitar Rp70.900, melampaui rekor sebelumnya dan menambah beban rumah tangga.

Perlu diketahui akhir pekan, Presiden Donald Trump menginstruksikan serangan ke Pulau Kharg, salah satu lokasi penting industri minyak Iran, lalu disusul tiga kapal tanker minyak Iran. AS mengatakan ini sebagai balasan ke Iran usai tentaranya menembakkan rudal balistik ke arah dua kapal perang AS.

Analis GasBuddy Patrick De Haan mengatakan harga tersebut menjadi yang tertinggi untuk periode Labor Day sepanjang sejarah pencatatan. Labour Day sendiri merujuk ke peringatan Hari Buruh di AS yang berarti libur panjang akhir pekan.

"Untuk pertama kalinya, warga Amerika mungkin akan melihat harga rata-rata nasional bensin di atas US$4 per galon pada Labor Day," tulis De Haan dalam unggahan blognya, seperti dikutip Reuters, Selasa (8/9/2026).

Pada Kamis lalu, harga rata-rata nasional bensin sudah mencapai sekitar US$4,13 (Rp72.700) per galon, naik hampir US$1 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka tersebut berada jauh di atas rekor Labor Day sebelumnya sebesar US$3,83 (Rp67.400) per galon.

Lonjakan harga terjadi setelah aksi militer terbaru AS dan Iran kembali memicu kekhawatiran gangguan pasokan minyak mentah global. Harga minyak bahkan kembali menembus US$90 (Rp1,58 juta) per barel, sehingga harga bahan bakar di tingkat konsumen ikut terdorong naik.

Kondisi ini menjadi pukulan bagi Trump yang sebelumnya berjanji menurunkan biaya energi bagi masyarakat AS. Namun, pada 14 Agustus lalu, Trump justru mengatakan warga Amerika seharusnya bersedia membayar "sedikit lebih mahal" untuk bensin demi memastikan Iran tidak memperoleh senjata nuklir.

Dampaknya mulai terasa pada perilaku pengendara. Randi O'Brien, warga Colorado, mengatakan kenaikan harga membuatnya hanya mampu membeli bensin senilai US$15 atau sekitar Rp264.000 untuk truknya.

"Situasinya benar-benar tak terkendali," ujarnya saat mengisi bahan bakar di sebuah SPBU Phillips 66 dekat Evergreen.

O'Brien juga menilai kenaikan harga berkaitan dengan meningkatnya ekspor minyak mentah dan produk bahan bakar AS setelah perang Iran dimulai. Data Badan Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan ekspor produk olahan minyak meningkat lebih dari 10% dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kita memiliki bahan bakar sendiri di sini, namun kita justru mengirimkannya ke tempat lain," katanya.

Krisis pasokan juga diperparah oleh penurunan stok bensin AS menjadi 205,7 juta barel, di bawah rata-rata lima tahunan Agustus sebesar 217,6 juta barel. Analis energi Tom Kloza memperingatkan harga solar berpotensi melewati rekor US$5,82 (Rp102.400) per galon pada 2022, sementara biaya perjalanan udara saat Labor Day diperkirakan 20% lebih mahal dibandingkan tahun lalu.

(tfa/tfa) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |