Kenalkan Metode BRG, Trader Ini Ungkap Cara Baca Arah Pasar

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Jumlah investor pasar modal Indonesia menembus 26.486.735 Single Investor Identification per 30 April 2026. Angka itu naik 30,17 persen dibanding akhir 2025.

Di sisi lain, data Kustodian Sentral Efek Indonesia per Desember 2025 menunjukkan 54,23 persen investor berusia di bawah 30 tahun.

Pertumbuhan secepat itu tidak otomatis diikuti pemahaman yang setara. Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal di bawah Otoritas Jasa Keuangan mencatat kerugian masyarakat akibat investasi ilegal mencapai Rp142,22 triliun sepanjang 2017 hingga kuartal III 2025. Sampai 12 November 2025, satgas itu telah menghentikan 14.005 entitas keuangan ilegal, termasuk 1.882 di antaranya investasi ilegal.

Celah inilah yang dibaca Ranto Siagian, atau yang lebih dikenal sebagai Bang RAN, saat mendirikan Ran Trade pada 1 Juli 2024.

Menurut Bang RAN, masyarakat hari ini tidak kekurangan akses ke instrumen investasi. Yang kurang adalah pemahaman soal risikonya.

"Di lapangan, saya menemukan banyak orang sudah mengenal trading, tetapi masih lemah dalam memahami manajemen risiko, membaca struktur pasar, dan menjalankan strategi secara konsisten," katanya di kutip Sabtu (29/8/2026).

Karena itu Ran Trade tidak berhenti di kelas daring. Komunitas ini tetap menggelar seminar tatap muka, meski formatnya lebih repot.

"Kelas online memang lebih praktis, tapi lewat seminar tatap muka saya bisa melihat langsung apakah peserta benar-benar memahami materi dan kesulitan yang mereka alami," ujarnya.

Seminar terbaru digelar di Surabaya pada Juli lalu. Pesertanya datang dari berbagai daerah di Indonesia, sebagian dari luar negeri.

Datang setelah rugi

Salah satu peserta, Ilham, mengaku datang setelah mengalami kerugian di investasi karena minim pemahaman soal manajemen risiko. Pengalaman itu membuatnya mempertanyakan kembali caranya mengambil keputusan di pasar keuangan.

Ia hadir bukan untuk mencari cara cepat untung, melainkan untuk memahami kesalahannya sendiri agar tidak terulang.

Materi utama seminar itu adalah Metode BRG, pendekatan yang dikembangkan Bang RAN dari pengalamannya sendiri. Susunannya bertahap: membaca arah pasar, menentukan area masuk, lalu menyusun strategi pengelolaan risiko sebelum posisi diambil.

"Yang membedakan Metode BRG adalah pendekatannya yang terstruktur, mulai dari membaca arah pasar, menentukan area entry, hingga mengatur risiko sebelum mengambil posisi," katanya.

Kendati demikian, Bang RAN menegaskan metode itu bukan jaminan.

"Saya tidak pernah menjanjikan tingkat keberhasilan atau profit tetap, karena hasil trading tetap dipengaruhi kondisi pasar, kedisiplinan, psikologi, dan cara setiap orang mengelola risikonya. Metode ini adalah panduan untuk membuat keputusan lebih terukur, bukan jaminan pasti untung," ujarnya.

Untuk diketahui, Bang RAN lahir di Samarinda pada 25 Agustus 1998. Keterpurukan ekonomi keluarga membuat orang tuanya menitipkan dia dan beberapa saudaranya ke panti asuhan, sejak kelas I SD sampai lulus SMK.

"Saya belajar bermain musik, berlatih berbicara di depan umum saat berinteraksi dengan para donatur, hingga mengenal kedisiplinan melalui berbagai kegiatan rutin yang terjadwal," katanya soal masa itu.

Keinginannya melanjutkan kuliah kandas karena biaya. Dari pengalaman itu ia menyimpulkan bahwa pendidikan tidak berhenti pada teori, melainkan juga soal membangun disiplin, konsistensi, dan tanggung jawab dalam mengambil keputusan.

Saat ini Ran Trade memiliki 2.783 anggota aktif, terdiri atas anggota berbayar serta anggota grup Telegram terbuka dan tertutup. Pengikut akumulatifnya di Telegram, Instagram, YouTube, dan situs Ran Trade Academy tercatat 87.570 akun, gabungan lintas platform yang tidak mencerminkan jumlah pengguna unik.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |