Kelas Menengah Anjlok, Bisnis Bank Kena Imbas

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Vice President of Macroeconomic and Financial Market Research Department Office of Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Dian Ayu Yustina buka-bukaan soal pertumbuhan kredit di 2025 yang gagal mencapai double digit.

Ia mengatakan, hal tersebut terjadi bukan tanpa alasan, mengingat pemulihan sektoral masih belum seimbang. Begitupun dengan segmen kredit, khususnya kredit konsumer.

Seperti diketahui, pertumbuhan kredit consumer di Indonesia melambat dan hanya tercatat tumbuh 6,58%.

"Tekanan juga datang dari melemahnya kelas menengah. Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) menunjukkan proporsi kelas menengah turun menjadi sekitar 16% dari sebelumnya 20% sebelum pandemi. Kondisi ini menekan daya beli dan permintaan kredit konsumsi," ujarnya alam acara CNBCIndonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Selain itu, pemulihan pasar tenaga kerja dinilai belum ideal. Sektor yang pulih lebih cepat bersifat capital intensive, sementara sektor labor intensive tertinggal.

Kualitas pekerjaan yang tercipta pun cenderung low-skilled, dengan porsi pekerja informal masih besar. Hal ini turut membatasi ekspansi kredit di segmen menengah ke bawah.

Di sisi lain, kendati demikian Dian menegaskan likuiditas saat ini tetap dijaga secara prudent. Perbankan bersikap selektif dalam menyalurkan kredit, terutama pada segmen-segmen yang kualitas kreditnya dinilai belum kuat, meski rasio kredit bermasalah (NPL) secara agregat masih terkendali.

(dpu/dpu)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |