Jakarta, CNBC Indonesia - Kepolisian Austria saat ini tengah memburu dua pria yang diduga kuat telah mencuri kalung platinum 200 karat bertatahkan 673 berlian. Perhiasan berharga yang pernah menjadi milik keluarga kerajaan Mesir itu dicuri saat sedang dipinjamkan ke sebuah museum di Wina.
Mengutip The Guardian, Minggu (30/08/2026), pihak berwenang di ibu kota telah merilis foto-foto tersangka yang terekam oleh kamera keamanan selama perampokan di Museum of Applied Arts (MAK). Aksi pencurian spektakuler ini bermula ketika kedua pria tanpa topeng tersebut membeli tiket pameran layaknya pengunjung biasa, sebelum akhirnya menghancurkan etalase kaca dengan palu pada jam buka hari Kamis sore dan kabur membawa kalung berlian itu.
"Para pelaku melarikan diri membawa perhiasan itu ke arah yang tidak diketahui," papar Kepolisian Wina.
Petugas kini telah menyebar ke seluruh pusat kota dan mengerahkan anjing pelacak polisi untuk mencari para tersangka. Surat kabar Kronen menyebutkan bahwa para penyelidik meyakini kedua pria itu kemungkinan besar sedang menjalankan pekerjaan kontrak atas nama sebuah geng kriminal.
Pihak MAK membeberkan bahwa perhiasan itu dirampas dari pameran yang telah berlangsung sejak bulan Juni, yang menampilkan lebih dari 300 karya desainer Prancis, Van Cleef & Arpels. Beruntung tidak ada korban luka dalam insiden ini, meskipun terdapat beberapa saksi mata di dalam ruangan saat perampokan terjadi.
Dokumentasi pameran menunjukkan bahwa kalung tersebut dulunya milik Permaisuri Nazli dari Mesir, yang memakainya pada pernikahan putrinya, Fawzia, dengan putra mahkota Iran saat itu, Mohammad Reza Pahlavi, pada tahun 1939. Kalung bersejarah tersebut sebelumnya telah terjual oleh Sotheby's di New York pada tahun 2015 dengan harga fantastis mencapai US$ 4,3 juta (Rp 76,11 miliar).
Imbas dari perampokan ini, tur berpemandu yang direncanakan pada Jumat sore terpaksa dibatalkan dan pameran yang sedianya berakhir pada 27 September tersebut ditutup sementara. Pameran ini sendiri menyatukan sekitar 200 objek unik dan langka dari koleksi MAK serta potongan perhiasan yang mencakup sejarah 120 tahun rumah perhiasan Paris tersebut.
Insiden di Wina ini menambah panjang daftar museum Eropa yang dilanda serangkaian perampokan tingkat tinggi. Pada Oktober lalu, komplotan pencuri membobol museum Louvre di Paris pada siang hari dan melarikan diri dalam hitungan menit membawa perhiasan mahkota senilai 88 juta euro.
Sementara itu pada hari Kamis di Spanyol, pencuri menjarah Harta Karun Villena, sebuah koleksi artefak emas zaman perunggu yang sangat penting di Eropa. Pada bulan ini, empat karya penting pelukis master Renaisans abad ke-15, Antonello da Messina, juga dicuri dari sebuah museum di kota pelabuhan Sisilia, Messina, saat hari libur nasional. Namun dua hari sebelumnya, polisi Italia berhasil menemukan kembali tiga lukisan karya Paul Cézanne, Pierre-Auguste Renoir, dan Henri Matisse yang dicuri tahun ini dari museum swasta di dekat Parma.
Laporan terbaru dari Europol pada bulan ini menemukan bahwa perampokan di museum-museum Eropa menjadi semakin beringas. Para pencuri kini tak segan mengacungkan senjata api, menyerang staf, dan menggunakan palu godam, kapak, hingga bahan peledak untuk menghancurkan jalan menuju barang jarahan target mereka.
(tps/tps)
[Gambas:Video CNBC]

4 hours ago
4

















































