IHSG Dibuka Lesu Pagi Ini, Turun 0,2%

3 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Senin (31/8/2026), di tengah investor yang mencermati potensi lonjakan transaksi akibat implementasi perubahan indeks MSCI pada akhir perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG pada pukul 09.00 WIB berada di level 6.505,13, turun 12,99 poin atau 0,20% dari posisi penutupan perdagangan Jumat (28/8) di 6.518,12.

Sebanyak 284 saham menguat, 135 saham melemah, sementara 544 saham lainnya stagnan. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp393,4 miliar dengan volume perdagangan mencapai 757,9 juta saham dan frekuensi 72.530 kali.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (31/8/2026) akan dibayangi sejumlah sentimen global dan domestik. Pelaku pasar akan mencermati potensi lonjakan transaksi seiring implementasi perubahan indeks MSCI pada penutupan perdagangan hari ini, sekaligus menyerap dampak pidato hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole.

Dari dalam negeri, investor juga bersiap menghadapi rilis sejumlah data ekonomi penting pada awal pekan, mulai dari PMI manufaktur, inflasi hingga neraca perdagangan. Sementara dari eksternal, arah pasar akan dipengaruhi perkembangan konflik AS-Iran, data manufaktur China dan Amerika Serikat, serta data ketenagakerjaan AS.

Salah satu sentimen utama hari ini adalah rebalancing MSCI. Perubahan konstituen hasil evaluasi Agustus 2026 akan efektif pada 1 September dan dieksekusi pada penutupan perdagangan Senin. GOTO dan CPIN keluar dari MSCI Global Standard Index, dengan CPIN turun ke MSCI Small Cap, sementara GOTO juga dikeluarkan dari MSCI Indonesia IMI.

Kondisi tersebut berpotensi mendorong lonjakan transaksi, terutama menjelang penutupan perdagangan, karena pengelola dana yang menjadikan MSCI sebagai acuan perlu menyesuaikan portofolionya.

Sentimen lainnya datang dari Ketua The Fed Kevin Warsh yang memberikan sinyal hawkish dalam pidatonya di Jackson Hole pada Jumat (28/8) malam waktu Indonesia. Warsh menegaskan inflasi AS masih berada di atas target 2% The Fed dan membuka ruang bagi suku bunga untuk kembali dinaikkan jika tekanan harga tidak mereda.

Pidato tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam pasar domestik karena disampaikan setelah perdagangan saham Indonesia berakhir. Karena itu, respons investor terhadap perubahan ekspektasi kebijakan The Fed akan menjadi salah satu perhatian pada perdagangan hari ini.

Dari geopolitik, AS kembali menyerang posisi Iran di dekat Selat Hormuz pada Minggu (30/8). Pasukan AS menyerang dua peluncur roket Iran di Pulau Larak setelah mendeteksi persiapan peluncuran roket yang membawa ranjau laut ke Selat Hormuz.

Eskalasi tersebut berpotensi kembali memengaruhi harga minyak dan sentimen aset berisiko global, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi perdagangan energi dunia.

(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |