Kabut Asap Kian Parah, Malaysia Batalkan Event Olahraga

14 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Malaysia memaksa penyelenggara membatalkan dan menunda sejumlah kegiatan olahraga. Keputusan tersebut diambil setelah kualitas udara memburuk dan dikhawatirkan dapat membahayakan kesehatan peserta, terutama mereka yang melakukan aktivitas fisik dalam waktu lama di ruang terbuka.

Melansir Strait Times, salah satu ajang yang terdampak adalah PJ Half Marathon yang sedianya digelar pada 6 September. Penyelenggara memutuskan membatalkan perlombaan tersebut setelah Indeks Polutan Udara (API) mencapai angka 169 pada siang hari. Para peserta telah diberitahu mengenai pembatalan tersebut, termasuk informasi terkait paket lomba dan berbagai pengaturan teknis lainnya.

Di Selangor, empat cabang olahraga Para Sukma, yakni atletik, renang, panahan, dan lawn bowls, juga ditunda akibat kondisi kualitas udara yang tidak memungkinkan. Sementara itu, di Kuching, ajang Merdeka Spirit Run yang semula dijadwalkan berlangsung pada 6 September dipindahkan ke 4 Oktober.

Pihak penyelenggara Merdeka Spirit Run mengatakan perubahan jadwal dilakukan dengan mempertimbangkan kesehatan dan keselamatan seluruh peserta. Kendati perlombaan ditunda, pengambilan paket lomba tetap dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Pembatalan PJ Half Marathon bahkan diumumkan pada saat-saat terakhir menjelang pelaksanaan. Dalam ketentuan perlombaan, biaya pendaftaran pada umumnya tidak dapat dikembalikan apabila acara dibatalkan karena keadaan yang tidak dapat dihindari.

Kekhawatiran mengenai keselamatan peserta semakin meningkat setelah seorang mahasiswa berusia 21 tahun meninggal dunia usai mengalami komplikasi kesehatan ketika mengikuti kegiatan ketahanan fisik di kampus Universiti Teknologi Mara (UiTM) Jengka, Pahang, pada 4 September.

Meski kualitas udara memburuk, tidak semua kegiatan olahraga luar ruangan dihentikan. Sejumlah acara, termasuk Larian Anak Malaysia di Kuala Lumpur dan Larian Sawah Padi Tanjong Karang, tetap digelar sesuai jadwal.

Kondisi kabut asap juga memengaruhi persiapan para pelari yang tengah menjalani latihan untuk menghadapi berbagai kompetisi mendatang. Banyak dari mereka mengurangi latihan di luar ruangan dan menggantinya dengan aktivitas di dalam ruangan.

Evan Wong Hon Kitt, 37, mengaku terpaksa mengurangi frekuensi latihan lari di luar ruangan dari empat kali menjadi dua kali dalam sepekan. Ia mengatakan treadmill menjadi alternatif, meskipun sensasinya tidak sama dengan berlari di luar ruangan.

"Saya sudah mencoba berlari di treadmill, tetapi rasanya tidak sama dengan berlari di luar ruangan, karena di luar kita bisa benar-benar menyimulasikan kondisi saat hari perlombaan," kata Wong, yang tengah mempersiapkan diri untuk kategori 30 kilometer dalam Coway Run pada akhir September.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |