IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,30% ke Level 6.639

13 hours ago 11

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada pembukaan perdagangan Selasa (8/9/2026). IHSG naik 19,84 poin atau 0,30% ke level 6.639,51.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG lanjut mengiat lebih tinggi tiga menit setelah pasar buka, dengan level tertinggi sementara 6.650,87 dan terendah 6.636,93. Sebanyak 276 saham menguat, 63 saham melemah, dan 303 saham stagnan.

Adapun volume perdagangan pada awal sesi mencapai 280,71 juta saham, dengan nilai transaksi sekitar Rp 131,57 miliar.

Sentimen pasar hari ini diperkirakan bergerak campuran setelah data ekonomi yang dirilis kemarin menunjukkan penguatan pada ketahanan eksternal Indonesia. Cadangan devisa nasional kembali meningkat dan memberikan dukungan terhadap stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian pasar global.

Perhatian pelaku pasar hari ini akan beralih ke pertumbuhan ekonomi Jepang, kinerja perdagangan China, serta perkembangan pasar tenaga kerja Amerika Serikat.

Rangkaian data tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan yen, yuan, dolar AS, harga komoditas, serta arah rupiah dan pasar saham Indonesia sepanjang perdagangan.

Dari dalam negeri, kembali dibukanya Bandara Soekarno Hatta serta menurunnya aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi kabar baik.

Cadangan devisa Indonesia naik menjadi US$146,5 miliar pada Agustus, dari US$145,3 miliar pada Juli, berdasarkan data yang dirilis kemarin, Senin, 7 September 2026 pukul 10.00 WIB.

Kenaikan sebesar US$1,2 miliar membawa cadangan devisa Indonesia ke posisi tertinggi sejak Maret.

Peningkatan tersebut terutama ditopang penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah.

Tambahan cadangan tersebut mampu mengimbangi kebutuhan pembayaran utang luar negeri dan langkah stabilisasi rupiah yang dilakukan Bank Indonesia di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan sekitar 5,4 bulan impor, atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Sementara itu, bursa saham Asia-Pasifik bergerak bervariasi pada perdagangan Selasa (8/9/2026), di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran saling melancarkan serangan.

Melansir CNBC, Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,75% pada awal perdagangan, sementara Nikkei 225 Jepang turun 0,95% dan S&P/ASX 200 Australia melemah 0,22%.

Pergerakan pasar dibayangi lonjakan harga minyak mentah yang mencapai level tertinggi dalam enam pekan pada Senin malam setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan pada akhir pekan. Harga minyak Brent tercatat naik 1,1% menjadi US$97,31 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) futures menguat 1,3% ke US$92,66 per barel.

Harga minyak mentah telah melonjak dalam sebulan terakhir seiring berlanjutnya perang AS-Iran. Kenaikan harga energi tersebut meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap inflasi yang lebih tinggi dan berpotensi memberikan tekanan terhadap imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun pada pekan lalu naik ke level tertinggi sejak November 2023. Sementara itu, imbal hasil Treasury tenor dua tahun mencapai level tertinggi sejak Januari 2025.

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |