ESDM Beberkan Strategi Perluas Akses Energi di Wilayah 3T

1 hour ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Tri Winarno mengungkapkan program Listrik Desa dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) menjadi upaya untuk memperluas akses energi hingga ke wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Sepanjang 2025, Listrik Desa telah menjangkau 77 ribu rumah tangga di 1.516 lokasi.

"Program ini akan berlanjut di 2026 dan ditargetkan menjangkau 22.187 rumah tangga di 372 lokasi. Sementara BPBL diharapkan bisa terus bertambah di tahun ini adalah 250 ribu rumah tangga," ungkap Tri dalam CNBC Indonesia Energy Outlook 2026, Kamis (5/2/2026).

Sepanjang 2025, ESDM mencatat instalasi terpasang dari BPBL mencapai 205. 968 rumah tangga dan akan terus ditingkatkan setiap tahunnya.

"Konsumsi listrik meningkat dengan kenaikan kapasitas terpasang 7GW," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan program tersebut sejalan dengan instruksi Presiden RI Prabowo Subianto untuk menuntaskan masalah sambungan listrik di ribuan desa dan dusun di Indonesia.

"Arahan dari Bapak Presiden Prabowo bahwa sampai dengan 2029-2030, semua desa-desa atau dusun-dusun yang jumlahnya 5.700 dan 4.400 itu harus semua listriknya sudah ada. Kehadiran listrik itu sebagai bentuk keadilan sosial dan negara harus hadir," ujar Bahlil belum lama ini.

Selain membangun jaringan ke desa-desa terpencil, pemerintah juga memberikan subsidi biaya penyambungan listrik bagi masyarakat kurang mampu yang wilayahnya sudah dilewati jaringan namun terkendala biaya pasang. Program BPBL tersebut menyasar puluhan ribu rumah tangga yang kesulitan membayar biaya instalasi.

(rah/rah)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |