Jakarta, CNBC Indonesia — Emiten terafiliasi Menteri Perumahan dan Permukiman Maruarar Sirait, PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO), mengumumkan rencana akuisisi saham PT Sari Murni Abadi (SMA) sebagai langkah ekspansi penjualan produk cokelatnya.
Mengutip situs resmi perusahaan, SMA adalah manufaktur makanan ringan dengan merek dagang Momogi. Perusahaan mendirikan fasilitas pabrik pertama di Bogor, Jawa Barat pada 1998.
Adapun rencana akusisi itu tertuang dalam Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat atau Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) dengan Metaside Global Holding Pte Ltd (MGH) pada Rabu, (6/5/2026). Dalam transaksi ini, COCO bertindak sebagai pihak yang akan mengambil alih saham milik MGH di PT Sari Murni Abadi (SMA).
Dengan kata lain, COCO berencana membeli saham SMA dari MGH dengan porsi sebanyak-banyaknya mencapai 99,99% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor di SMA. Adapun MGH merupakan perusahaan yang berkedudukan di Singapura.
Perseroan menyampaikan bahwa transaksi ini dilakukan untuk membuka peluang bisnis kakao dalam ekspansi internasional dengan memanfaatkan jaringan distribusi dan kapabilitas yang saling melengkapi.
"Mendorong pertumbuhan pendapatan, dengan optimalisasi jalur distribusi di Indonesia dan Vietnam, serta perluasan jangkauan distribusi ke lebih banyak outlet serta pasar," sebagaimana dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Kamis, (7/5/2026).
COCO juga menargetkan peningkatan efisiensi operasional melalui konsolidasi pengadaan bahan baku, optimalisasi kapasitas produksi, serta efisiensi rantai pasok dan produksi lainnya. Perseroan menilai sinergi ini dapat memperkuat posisi pasar dan daya saing perusahaan di industri ingredients dan fast moving consumer goods (FMCG).
Selain itu, kerja sama tersebut juga diarahkan untuk pengembangan produk melalui integrasi proses riset dan pengembangan atau research and development. Perseroan menyebut integrasi sistem, organisasi, dan proses bisnis juga akan mendukung skalabilitas dan pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
Sebagai informasi, penerima manfaat akhir COCO adalah Lee Ee Ling. Dia mengendalikan melalui Mahogany Global dengan kepemilikan 51,32%.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Permukiman Maruarar Sirait atau Ara tercatat sebagai salah satu pemegang saham COCO. Berdasarkan laporan KSEI, Ara menggenggam sebanyak 117,91 juta saham COCO atau setara 3,31% kepemilikan.
(mkh/mkh)
Addsource on Google

2 hours ago
2
















































