Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi peningkatan curah hujan dalam sepekan ke depan. Hal ini seiring masih aktifnya fenomena Monsun Asia dan Madden-Julian Oscillation (MJO).
"Dalam sepekan ke depan, monsun Asia masih diperkirakan aktif dan memberikan suplai massa udara serta perpindahan uap air menuju wilayah Indonesia yang cukup signifikan," tulis BMKG dalam Prospek Cuaca Mingguan Periode 13-19 Februari, dikutip Senin (16/2/2026).
"Fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) juga diprediksi berpengaruh terhadap kondisi atmosfer di wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan," tambah BMKG.
Selain Monsun Asia dan MJO, sejumlah fenomena atmosfer lain, baik skala global, regional, maupun lokal, juga masih memberi pengaruh cukup besar terhadap kondisi cuaca di Indonesia.
Dari sisi global, nilai Southern Oscillation Index (SOI) dan Niño 3.4 menunjukkan indikasi La Niña dalam kategori lemah. Situasi ini berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan, terutama di wilayah Indonesia bagian timur.
Untuk MJO, aktivitasnya diperkirakan terjadi di Samudra Hindia barat Sumatera hingga mencakup perairan utara Aceh dan sejumlah wilayah daratan seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Kondisi tersebut berpotensi mendorong pertumbuhan awan hujan secara signifikan di daerah-daerah tersebut.
Sementara itu, gelombang atmosfer Rossby dan Kelvin juga diprediksi aktif di sebagian besar Sumatera dan Jawa, sebagian Kalimantan, sebagian besar Sulawesi, serta wilayah Maluku, Maluku Utara, dan Papua.
Monsun Asia diperkirakan semakin menguat, didukung oleh Indeks Surge dan CENS (Cross Equatorial Northerly Surge) yang menunjukkan potensi peningkatan signifikan.
Di samping itu, sirkulasi siklonik masih berpeluang terbentuk di Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat daya Lampung, serta di sekitar wilayah Kalimantan, yang dapat semakin mendukung peningkatan curah hujan di sejumlah kawasan.
"Dengan kelembapan udara yang masih tinggi, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan curah hujan secara signifikan di sebagian wilayah Indonesia," tulis BMKG.
Melihat perkembangan dinamika atmosfer dalam beberapa hari ke depan, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Kondisi tersebut berisiko memicu bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir, serta angin kencang di sejumlah wilayah.
Berikut daftar wilayah berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat selama periode 13-19 Februari:
Hujan lebat-sangat lebat
- Kep. Bangka Belitung
- Banten
- DKI Jakarta
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Daerah Istimewa Yogyakarta
- Jawa Timur
- Bali
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
- Kalimantan Timur
- Sulawesi Barat
- Sulawesi Selatan
- Maluku Utara
- Papua Pegunungan
- Papua
Angin kencang
- Sulawesi Utara
- Sulawesi Selatan
- Maluku
16-19 Februari
Hujan lebat-sangat lebat
- Jawa Timur
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
- Maluku Utara
- Papua Pegunungan
(ayh/ayh)
[Gambas:Video CNBC]

9 hours ago
4
















































