Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa Asia-Pasifik dibuka menguat pada perdagangan Selasa (4/8/2026), dengan saham Korea Selatan memimpin penguatan di kawasan seiring sentimen positif dari reli Wall Street.
Melansir CNBC, investor juga mencermati musim laporan keuangan emiten global serta sejumlah rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS).
Indeks Kospi Korea Selatan melonjak 1,46%, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq melesat 3%. Di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat 0,7%, sedangkan Topix dibuka tipis di atas level penutupan sebelumnya.
Sementara itu, indeks acuan Australia S&P/ASX 200 naik 0,15% pada awal perdagangan. Penguatan mayoritas bursa Asia mengikuti lonjakan indeks saham utama AS pada sesi sebelumnya.
Wall Street ditutup menguat pada Senin waktu setempat, dengan indeks Dow Jones mencetak rekor penutupan tertinggi baru. Kenaikan tersebut didorong oleh saham Amazon yang untuk pertama kalinya menembus kapitalisasi pasar US$3 triliun.
Saham Nvidia turut melesat bersama Meta Platforms, sementara Alphabet selaku induk Google dan Microsoft juga ditutup menguat. Reli saham-saham teknologi tersebut menjadi pendorong utama sentimen positif di pasar global.
Ekonom Senior Interactive Brokers, Jose Torres, mengatakan optimisme investor kembali menguat pada awal bulan. Menurutnya, data terbaru sektor manufaktur dan jasa AS yang dirilis pada Senin serta laporan kinerja emiten meningkatkan keyakinan bahwa prospek pengembalian modal akan tetap menarik di tengah valuasi saham teknologi yang telah jauh lebih murah setelah aksi jual sebelumnya.
Sentimen positif juga datang dari pasar energi setelah harga minyak dunia turun tajam. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) anjlok 5,1% dan ditutup di level US$80,34 per barel setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan tambahan terhadap Iran.
Pelaku pasar pada Selasa juga akan mencermati laporan keuangan sejumlah perusahaan besar AS, termasuk Caterpillar dan McDonald's. Selain itu, produsen chip AMD dijadwalkan merilis kinerja keuangannya setelah penutupan perdagangan di Wall Street.
Dari sisi ekonomi, investor menantikan rilis data pesanan pabrik (factory orders) AS untuk Juni serta data perdagangan internasional pada bulan yang sama. Kedua indikator tersebut diperkirakan akan menjadi petunjuk baru mengenai kondisi aktivitas ekonomi AS dan arah kebijakan pasar selanjutnya.
(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
3

















































