Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing menunjukkan rotasi portofolio pada perdagangan Senin (3/8/2026). Di tengah aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp708 miliar di seluruh pasar, dana asing justru mengalir ke sejumlah saham defensif, sementara saham komoditas, material dasar, dan perbankan BUMN menjadi sasaran aksi lepas.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), saham telekomunikasi PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) menjadi incaran utama investor asing dengan nilai net buy Rp118,7 miliar. Posisi berikutnya ditempati PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sebesar Rp78,3 miliar, PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) Rp38,2 miliar, PT Timah (Persero) Tbk. (TINS) Rp30,5 miliar, dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) Rp28,7 miliar.
Di sisi lain, investor asing melepas sejumlah saham berkapitalisasi besar. PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) menjadi saham dengan net sell terbesar senilai Rp191,9 miliar, diikuti PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) Rp91,1 miliar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) Rp88,4 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) Rp62,2 miliar, serta PT Astra International Tbk. (ASII) Rp53,3 miliar.
Pergerakan tersebut mengindikasikan adanya perpindahan dana asing dari saham-saham yang lebih sensitif terhadap siklus ekonomi menuju saham yang dinilai lebih defensif.
Berikut 10 saham dengan net buy asing terbesar pada perdagangan Senin (3/8/2026):
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) Rp118,7 miliar
- PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) Rp78,3 miliar
- PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) Rp38,2 miliar
- PT Timah (Persero) Tbk. (TINS) Rp30,5 miliar
- PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) Rp28,7 miliar
- PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) Rp25,7 miliar
- PT Chitose Internasional Tbk. (CINT) Rp23,7 miliar
- PT Petrosea Tbk. (PTRO) Rp22,4 miliar
- PT Sariguna Primatirta Tbk. (CLEO) Rp20,2 miliar
- PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) Rp18,3 miliar
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 0,03% ke level 6.234,49 pada perdagangan kemarin. Pelemahan indeks terjadi di tengah nilai transaksi sebesar Rp14,38 triliun, dengan saham-saham seperti BREN, DCII, BBCA, BUVA, dan MLPT menjadi pemberat utama pergerakan indeks.
(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
2

















































