Bos Pengusaha Buka Data dan Bedah Ekonomi RI di 2026, Begini Kondisinya

2 hours ago 2
Suasana Diskusi panel sesi kedua dalam acara Economic Outlook 2026 dengan tema

Suasana Diskusi panel sesi kedua dalam acara Economic Outlook 2026 dengan tema "Consolidating Growth, Accelerating the Transformation" di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Suasana Diskusi panel sesi kedua dalam acara Economic Outlook 2026 dengan tema

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Shinta Widjaja Kamdani menyebutkan momen Nataru sebagai pendongkrak pertumbuhan ekonomi RI di akhir tahun 2025 sehingga bisa mencapai pertumbuhan 5,11% (yoy) untuk sepanjang tahun 2025. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Suasana Diskusi panel sesi kedua dalam acara Economic Outlook 2026 dengan tema

Meski demikian, pelaku usaha berpandangan bahwa pertumbuhan ekonomi yang masih di atas 5% juga harus melihat perkembangan dunia usaha dan sektor riil di 2026. Di manufaktur masih alami banyak perlambatan dan tekanan seperti perkebunan, perikanan, jasa keuangan dan real estate hingga otomotif dan pertambangan meski tumbuh namun masih di bawah rata-rata, oleh karena itu ekonomi 2026 seharusnya tidak hanya tumbuh 5% namun juga dapat memberi ruang bagi sektor riil. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Suasana Diskusi panel sesi kedua dalam acara Economic Outlook 2026 dengan tema

Dari sektor otomotif, Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), Jongkie D. Sugiarto mengungkapkan sejumlah tekanan sektor otomotif seiring dengan anjloknya penjualan mobil 2025 yang turun 7,2% menjadi 803.687 unit. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Suasana Diskusi panel sesi kedua dalam acara Economic Outlook 2026 dengan tema

Dimana daya beli masyarakat yang cukup rendah membuat daya jangkau pasar terhadap harga mobil di atas Rp 300 juta sangat menurun sehingga industri berharap insentif yang mendorong potensi peningkatan penjualan mobil di 2026 dan berharap target 850.000 unit penjualan bisa tercapai. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Suasana Diskusi panel sesi kedua dalam acara Economic Outlook 2026 dengan tema

Dari industri makanan dan minuman, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI), Adhi S. Lukman mengungkapkan daya tahan industri Mamin yang bisa tumbuh 6.38% (yoy) di 2025. Namun angka ini masih jauh di bawah periode sebelum pandemi yang bisa mencapai 7-9%. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Suasana Diskusi panel sesi kedua dalam acara Economic Outlook 2026 dengan tema

Dimana persoalan bahan baku yang masih mengandalkan impor di tengah gejolak global cukup menyulitkan industri sementara industri hulu Mamin tumbuh jauh lebih lambat dari industri. Oleh karena pengusaha mendorong upaya pemerintah untuk mendorong penguatan industri hulu Mamin guna menekan impor dan meningkatkan peluang pembukaan lapangan kerja. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Suasana Diskusi panel sesi kedua dalam acara Economic Outlook 2026 dengan tema

Sementara Chairman & Founder PT Kawasan Industri Jababeka Tbk, Setyono Djuandi Darmono mengungkapkan peluang dan tantangan pengembangan kawasan industri di Indonesia. Dimana kawasan industri yang mendatangkan investor asing diharapkan dapat memberikan layanan setara dengan negara asal sehingga kawasan industri harus memastikan keamanan, dukungan regulasi dan infrastruktur termasuk persoalan lahan, gas, air, listrik dan tenaga kerja.  (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Suasana Diskusi panel sesi kedua dalam acara Economic Outlook 2026 dengan tema

Setyono Djuandi Darmono mencontohkan kendala menarik investasi seperti harga tanah di kawasan Industri Cikarang harga tanah naik 1.000 kali lipat dalam 30 tahun. Selain itu persoalan tenaga kerja mahal dan skill SDM yang belum mumpuni masih menjadi pertimbangan penting para investor untuk masuk ke RI. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Suasana Diskusi panel sesi kedua dalam acara Economic Outlook 2026 dengan tema

Dari industri, Ketua Umum Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri), Henry Najoan menyebutkan tekanan industri rokok yang mengalami penurunan produksi dan kinerja imbas naiknya tarif cukai hingga 67% dalam 5 tahun terakhir. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Suasana Diskusi panel sesi kedua dalam acara Economic Outlook 2026 dengan tema

Daya beli yang lemah dan cukai yang naik serta meningkatnya produksi rokok ilegal membuat penjualan rokok legal anjlok. Selain itu regulasi non fiskal dari Kemenkes melalui PP 28/2028 hingga aturan Kemenko PMK terkait batasan tart dan nikotin membuat tekanan di industri rokok makin besar.  (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |