Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menegaskan komitmennya dalam mendorong keberlanjutan dengan meluncurkan program Dropbox Sampah Kertas di lingkungan perkantoran.
Inisiatif ini dilakukan BNI bersama anak usahanya, BNI Ventures sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh pada 21 Februari 2026 sekaligus upaya membangun ekosistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular di internal BNI Grup.
Untuk diketahui, dua drop box telah ditempatkan di Grha BNI, Dukuh Atas, dan Menara BNI, Pejompongan, Jakarta. Program ini ditujukan untuk mendorong karyawan dan masyarakat sekitar untuk memilah serta mengelola limbah kertas secara bertanggung jawab, sehingga tidak berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyatakan, inisiatif tersebut merupakan wujud nyata komitmen BNI dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam operasional perusahaan.
"Lebih dari sekadar menyediakan tempat pembuangan, program ini menjadi langkah nyata BNI Grup dalam mendukung ekonomi sirkular sekaligus mengurangi beban TPA yang semakin kritis di kota-kota besar. Momentum HPSN menjadi pengingat bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama," ujar Okki dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (17/2/2026).
Adapun kertas yang terkumpul melalui dropbox tidak dibuang, melainkan didaur ulang menjadi planting paper kertas buatan tangan yang mengandung benih tanaman dan dapat tumbuh setelah digunakan. Transformasi limbah kertas perkantoran menjadi produk ramah lingkungan ini diharapkan memberikan nilai tambah sekaligus memperpanjang siklus hidup material.
Dalam kesempatan terpisah, Eddi Danusaputro mewakili BNI Ventures menyampaikan bahwa keterlibatan pihaknya merupakan bagian dari peran strategis dalam mendorong solusi inovatif berbasis keberlanjutan di lingkungan BNI Grup.
Program ini juga dijalankan melalui kemitraan strategis dengan PaperPods, startup yang memperkenalkan circular paper dropbox pertama di Indonesia. Solusi tersebut memungkinkan korporasi menyalurkan limbah kertas untuk didaur ulang secara handmade oleh perajin perempuan senior, sekaligus memberdayakan kelompok masyarakat.
Seluruh proses pengelolaan dilengkapi sistem pelacakan digital untuk mengukur dampak lingkungan secara transparan, mulai dari jumlah kertas yang berhasil dialihkan dari TPA, estimasi emisi karbon (CO₂) yang dihindari, hingga jumlah pohon yang berpotensi terselamatkan.
Lewat kolaborasi antara entitas induk, anak usaha, dan mitra startup keberlanjutan, BNI berharap gerakan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular dapat diperluas ke lebih banyak unit kerja dan komunitas. Inisiatif ini menegaskan bahwa praktik ramah lingkungan bukan sekadar program seremonial, melainkan bagian dari strategi bisnis berkelanjutan yang terukur dan berdampak jangka panjang.
(dpu/dpu)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
1

















































