Akan Resmikan Kilang Terbesar, Prabowo: RI Tak Perlu Banyak Impor BBM!

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan meresmikan proyek kilang minyak terbesar RI, yakni Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan di Kalimantan Timur, pada hari ini, Senin (12/01/2026).

Hal ini pun dikonfirmasi oleh Presiden Prabowo sendiri saat meresmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada siang ini.

Pada saat meresmikan 166 Sekolah Rakyat tersebut, Presiden Prabowo mengaku dirinya akan terbang ke Balikpapan untuk meresmikan proyek RDMP Balikpapan.

Peresmian proyek RDMP Balikpapan ini menurutnya juga hal penting karena Indonesia bisa menghemat devisa dan memangkas impor Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Saudara-Saudara, karena saya harus ada acara lagi di Balikpapan meresmikan suatu kilang, suatu modernisasi, kilang minyak di Balikpapan. Dengan moderenisasi kilang minyak ini, kita akan menghemat devisa yang banyak, kita tidak perlu lagi impor-impor terlalu banyak BBM," ungkap Prabowo saat meresmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Privinsi di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/01/2026).

Sebagaimana diketahui, proyek RDMP Balikpapan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikerjakan oleh PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB). Perusahaan ini merupakan anak usaha dari PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Subholding Pengolahan dan Petrokimia milik PT Pertamina (Persero).

Saat ini, proyek tersebut telah memasuki tahapan operasional awal, seiring dimulainya rangkaian start-up unit utama pengolahan, yakni Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex, yang merupakan hasil modernisasi Kilang Balikpapan melalui proyek RDMP.

Unit RFCC merupakan unit utama kilang, sebagai jantung modernisasi kilang yang akan memproduksi bahan bakar berstandar setara Euro V dan meningkatkan efisiensi serta nilai ekonomi Kilang Balikpapan.

Dengan nilai investasi mencapai US$ 7,4 miliar atau setara dengan sekitar Rp 123 triliun, proyek ini menjadi modernisasi kilang terbesar di Indonesia dan salah satu proyek energi paling strategis di Asia Tenggara.

Proyek strategis ini sejalan dengan agenda Asta Cita pemerintah, khususnya dalam memperkuat hilirisasi energi, meningkatkan kemandirian industri migas nasional, menambah nilai ekonomi sumber daya dalam negeri, serta memperkokoh ketahanan dan kedaulatan energi nasional.

Adapun, sejumlah tonggak penting proyek RDMP Balikpapan telah berhasil diselesaikan. Di antaranya, uji coba kapasitas Unit Penyulingan yang meningkatkan kapasitas pengolahan minyak mentah dari 260 ribu menjadi 360 ribu bph.

Selain itu, proyek juga telah menyelesaikan commissioning fasilitas tambat Single Point Mooring (SPM) berkapasitas 320.000 DWT, yang memungkinkan penyandaran kapal jenis Very Large Crude Carrier (VLCC).

Proyek RDMP Balikpapan juga mencakup pembangunan dua unit tangki penyimpanan minyak mentah baru di kawasan Lawe-Lawe, masing-masing berkapasitas 1 juta barel, serta keberhasilan pengoperasian unit pemurnian LPG dengan kapasitas produksi mencapai 43 ribu ton per tahun.

Secara ekonomi, RDMP Balikpapan akan memberikan dampak signifikan terhadap kemandirian energi nasional, dengan penghematan impor BBM hingga Rp68 triliun per tahun dan kontribusi terhadap PDB nasional mencapai Rp514 triliun. Proyek ini juga memiliki TKDN lebih dari 35%, serta telah menyerap lebih dari 24.000 tenaga kerja pada masa puncak konstruksi.

(wia)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |