Jakarta, CNBC Indonesia - Perekonomian Indonesia kian menunjukkan kinerja tetap kuat dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,61% (yoy) pada kuartal I-2026.
Kinerja ekonomi kuartal I-2026 ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang menjadi tulang punggung dengan pertumbuhan sebesar 5,52% (yoy), serta didorong oleh momentum Ramadan dan Idulfitri yang meningkatkan konsumsi serta mobilitas masyarakat.
Pada kuartal II-2026, tantangan pertumbuhan semakin besar. Pasalnya, pada periode tersebut, tidak ada hari besar keagamaan Idul Fitri yang menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan. Kemudian, perang yang terjadi di Timur Tengah telah menekan kondisi ekonomi global. Indonesia ikut terdampak.
Jika dikaji secara historis, pertumbuhan ekonomi pada kuartal setelah hari raya Idul Fitri bertumbuh lebih lambat. Oleh karena itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan telah menyiapkan strategi untuk menjaga momentum pertumbuhan di kuartal dua 2026.
"Untuk pertumbuhan di Q2 memang salah satu yang kita akan genjot adalah belanja pemerintah, karena tahun lalu basis daripada belanja pemerintahan rendah dan tahun kuartal I kemarin belanja pemerintah menjadi penopang, dan ini juga akan menjadi penopang di kuartal II, terutama juga kita menjaga daya beli daripada masyarakat, dan gaji ASN ke 13 itu kan diharapkan bisa diberikan di bulan Juni, nah itu juga salah satu penopang," kata Airlangga saat konferensi pers di Kantor Kemenko Ekonomi, Jakarta, dikutip Rabu (6/5/2026).
Airlangga juga mengungkapkan sedang menyiapkan beberapa insentif salah satu juga untuk sektor otomotif dan motor.
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% didorong oleh konsumsi masyarakat yang masih kuat hingga berbagai program prioritas pemerintah termasuk makan bergizi gratis (MBG).
Airlangga menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi saat ini tak lepas dari berbagai kebijakan pemerintah dan adanya hari besar keagamaan. Efek kebijakan tersebut juga berpengaruh terhadap konsumsi masyarakat yang menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Kita lihat konsumsi rumah tangga masih menjadi penggerak utama dengan pertumbuhan 5,52% dan ini semakin menegaskan bahwa momentum daripada Ramadan dan Idul Fitri serta pelepasan mobilitas itu meningkat dengan tinggi," jelas Airlangga.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pun memastikan pemerintah fokus menjaga pertumbuhan ekonomi d kuartal II-2026 dengan mendorong stimulus ekonomi lanjutan.
"Yang jelas ekonomi sedang sedang menuju pertumbuhan angka yang lebih cepat dan akan kita jaga untuk triwulan kedua dengan berbagai kebijakan, koordinasi dengan
Bank Sentral juga menjaga sistem apa kondisi kondisi likuiditas," katanya.
"Dan juga kita akan memberikan stimulus tambahan ya Pak Menko ya, ke perekonomian. Yang nggak lama lagi akan diumumkan, ya mungkin 1 Juni akan mulai jalan," ujar Purbaya.
Terkait penguatan rupiah, Purbaya mengatakan, akan menerbitkan bond dalam bentuk Panda Bond di Cina dengan bunga yang lebih rendah.
"Sehingga kita tidak tergantung terlalu banyak ke dolar lagi. Jadi diversifikasi kita akan lebih baik lagi ke depan. Jadi prospek kita bagus, nggak usah takut. Tadi Pak Presiden juga bilang sama saya, suruh sampaikan pesan bahwa uang saya cukup, duitnya banyak. Jadi Anda nggak usah takut," tegas Purbaya.
(haa/haa)
Addsource on Google

1 hour ago
2

















































