Jakarta, CNBC Indonesia - Liver atau hati merupakan organ yang memiliki peran sangat penting karena membantu menyaring racun dari tubuh.
Para ahli kesehatan mengungkapkan bahwa sejumlah kebiasaan malam hari ternyata dapat berdampak buruk pada kesehatan hati jika dilakukan secara terus-menerus. Salah satu kebiasaan yang paling sering dikaitkan dengan gangguan hati adalah begadang dan makan larut malam, terutama ngemil makanan tinggi garam, lemak, gula, dan minuman beralkohol.
"Beberapa kebiasaan di malam hari dapat meningkatkan risiko penyakit hati kronis yang paling umum, yang dikenal sebagai penyakit hati steatosis terkait disfungsi metabolik (MASLD)," kata Simran Malhotra, M.D., DipABLM, CHWC, seorang dokter yang mempraktikkan pengobatan gaya hidup dan merupakan pendiri Wellness By LifestyleMD.
Meskipun banyak orang mungkin menganggap alkohol sebagai penyebab utama, para ahli mengatakan bahwa kebiasaan makan larut malam secara kronis mungkin merupakan salah satu kontributor terbesar terhadap disfungsi hati.
Penyebab Makan Larut Malam Dapat Merusak Hati
Hati memiliki kemampuan regenerasi yang luar biasa, tetapi membutuhkan waktu pemulihan yang cukup dan bekerja paling baik selama ritme harian normalnya.
"Kebiasaan makan larut malam yang kronis mengganggu ritme sirkadian hati, atau siklus istirahat malam hari, yang dapat menyebabkan kadar gula darah tinggi, penumpukan lemak, dan peradangan," kata Malhotra.
Gangguan Metabolisme Glukosa
Salah satu peran metabolik utama hati adalah membantu mengatur kadar gula darah dengan menyimpan, melepaskan, atau memproduksi glukosa sesuai kebutuhan. Namun, di malam hari, tubuh tidak sepeka terhadap insulin, hormon yang mengatur gula darah, artinya tubuh tidak memproses gula darah seefisien biasanya. Hal ini dapat menjadi tantangan khusus jika Anda sudah menderita diabetes atau pradiabetes.
"Oleh karena itu, makan larut malam dapat menyebabkan kadar gula darah lebih tinggi karena tubuh, termasuk hati, memproses glukosa kurang efisien di malam hari," ungkap Lisa Andrews, M.Ed., RD, LD seorang ahli nutrisi
Penelitian menunjukkan bahwa makan larut malam sering kali meningkatkan kadar gula darah lebih tinggi daripada makan yang sama di siang hari.
Seiring waktu, kebiasaan makan larut malam dapat menyebabkan gangguan regulasi gula darah dan disfungsi metabolik, yang dapat meningkatkan risiko penumpukan lemak dan MASLD (Major Adverse Milk Low-Induced Liver Disease/Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Karsinoma Sel Punca Metabolik).
Penumpukan Lemak
Makan larut malam dapat dikaitkan dengan penumpukan lemak yang lebih besar di hati, yang dapat meningkatkan risiko MASLD, kata Malhotra.
Seperti organ lainnya, hati mengikuti ritme sirkadian, artinya hati memproses nutrisi secara berbeda tergantung pada waktu dalam sehari. Makan larut malam dapat mengganggu ritme ini dan menyebabkan penanganan gula dan lemak yang kurang efisien, yang seiring waktu dapat meningkatkan risiko penumpukan lemak di hati.
"Sebuah studi terhadap 32.000 orang menunjukkan bahwa melewatkan sarapan dan ngemil larut malam dikaitkan dengan peningkatan risiko MASLD sebesar 52%," papar Malhotra.
Penting untuk dicatat bahwa penumpukan lemak ini mungkin tidak selalu disertai gejala yang jelas, jadi pemeriksaan enzim hati secara rutin sangat penting.
Peradangan
Makan di malam hari dapat dikaitkan dengan peningkatan peradangan di hati dan di seluruh tubuh. Seiring waktu, peradangan kronis dapat menyebabkan jaringan parut hati dan masalah kesehatan yang lebih serius.
Salah satu alasan hal ini terjadi adalah karena proses metabolisme hati menjadi tidak selaras dengan ritme sirkadian tubuh akibat makan larut malam. Ketika Anda makan larut malam, proses ini terganggu, yang dapat menyebabkan peradangan hati dan penumpukan lemak. Ini mungkin salah satu alasan mengapa pekerja shift malam sering memiliki enzim hati yang lebih tinggi dan risiko disfungsi hati yang lebih besar.
(hsy/hsy)
Addsource on Google

2 hours ago
2
















































