- Pasar keuangan Indonesia bergerak beragam, saham melemah tetapi rupiah menguat
- Wall Street ambruk setelah keputusan The Fed
- Kenaikan suku bunga The Fed, perkembangan perang dan data ekonomi akan menjadi penggerak pasar hari ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan Indonesia ditutup beragam pada perdagangan Rabu kemarin (16/9/2026). Bursa saham melemah sementara rupiah menguat.
Pasar keuangan Indonesia diperkirakan dalam tekanan hari ini. Selengkapnya mengenai proyeksi sentimen pasar hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,38% ke level 6.436,85 pada perdagangan Rabu (16/9/2026). Sepanjang perdagangan, sebanyak 439 saham melemah, 201 saham menguat, dan 151 saham stagnan.
Nilai transaksi mencapai Rp12,3 triliun dengan volume 24,6 miliar saham.
Investor asing mencatat net sell sebesar Rp 624,72 miliar.
Tekanan terbesar datang dari sektor utilities yang turun 1,84% dan teknologi yang terkoreksi 1,36%.
Di tengah pelemahan indeks, sejumlah saham justru mencatat kenaikan tajam. PT Magna Finance Tbk (MGNA) memimpin top gainers dengan melonjak 34,46% ke Rp199, disusul PT Pakuan Tbk (UANG) yang menguat 24,93% ke Rp4.210, serta PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) yang naik 24,88% ke Rp1.280.
Sementara itu, PT Inter Delta Tbk (INTD) menjadi top loser dengan anjlok 15% ke Rp272, diikuti PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) yang turun 14,88% ke Rp366, serta PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) yang terkoreksi 14,39% ke Rp119.
Dari pasar mata uang, nilai tukar rupiah berhasil membalikkan keadaan dan ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan kemarin. Penguatan tersebut sekaligus mengakhiri rangkaian pelemahan rupiah yang berlangsung selama empat hari perdagangan beruntun. Sepanjang perdagangan, mata uang Garuda sempat melemah ke posisi Rp17.700/US$ pada pembukaan perdagangan, hinggasempat menyentuh posisi terlemah kemarin di Rp17.740/US$. Namun, tekanan mulai berkurang menjelang akhir perdagangan. Rupiah berbalik menguat dan ditutup membaik 65 poin dari posisi terlemahnya kemarin. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau melemah 0,05% ke posisi 99,564.
Melansir data Refinitiv, rupiah mengakhiri perdagangan Rabu (16/9/2026) di posisi Rp17.675/US$ atau menguat tipis 0,03%.
Dari pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun melandai tipis ke 7,141% dari sebelumnya 7,156%.
Imbal hasil yang melandai menandai SBN tengah diburu investor sehingga harganya naik.

4 hours ago
2

















































