Jepang Cetak Rekor, Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu Orang

2 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Jepang kembali mencatat rekor baru terkait usia harapan hidup penduduknya. Untuk pertama kalinya, jumlah warga Jepang yang berusia 100 tahun atau lebih menembus angka 100.000 orang.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang, jumlah penduduk berusia 100 tahun atau lebih (disebut centenarian) mencapai 107.677 orang per September 2026. Jumlah tersebut bertambah hampir 8.000 orang dibandingkan tahun sebelumnya.

Ini sekaligus menjadi tahun ke-56 berturut-turut jumlah warga berusia satu abad atau lebih di Jepang mengalami peningkatan. Mayoritas warga berusia 100 tahun ke atas tersebut adalah perempuan.

Jumlahnya mencapai 94.298 orang atau sekitar 88% dari keseluruhan centenarian di Jepang. Menteri Kesehatan Jepang Kenichiro Ueno menyambut positif pencapaian tersebut.

"Saya sangat senang begitu banyak orang tetap aktif dan sehat dalam waktu yang begitu lama," kata Ueno kepada wartawan, dikutip dari CNN International, Kamis (17/9/2026).

Jepang memang konsisten menjadi salah satu negara dengan penduduk berumur paling panjang di dunia. Berdasarkan data Bank Dunia, angka harapan hidup rata-rata di Jepang mencapai 84 tahun pada 2024.

Sebagai perbandingan, angka harapan hidup di Amerika Serikat (AS) pada periode yang sama berada di kisaran 79 tahun. Para ilmuwan mengaitkan umur panjang masyarakat Jepang dengan sejumlah faktor, termasuk pola makan yang relatif sehat dan sistem layanan kesehatan yang maju.

Selain itu, Jepang juga dikenal dengan filosofi hidup ikigai, yakni gagasan mengenai menemukan tujuan, nilai, serta kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari. Negeri Sakura saat ini juga menjadi rumah bagi sejumlah manusia tertua di dunia.

Kementerian Kesehatan Jepang mencatat Fuyo Kishimoto, perempuan asal Kyoto, telah berusia 114 tahun. Sementara itu, Hikaru Kato asal Kumamoto tercatat berusia 112 tahun dan menjadi salah satu pria tertua di Jepang.

Kendati begitu, rekor jumlah penduduk berusia lebih dari satu abad juga mempertegas persoalan demografi yang dihadapi Jepang. Di satu sisi, semakin banyak masyarakat Jepang yang mampu hidup hingga usia sangat lanjut. Namun di sisi lain, jumlah penduduk secara keseluruhan terus menyusut akibat rendahnya angka kelahiran.

Populasi Jepang saat ini berjumlah sekitar 123 juta jiwa, tetapi terus mengalami penurunan seiring angka kelahiran yang mencapai rekor terendah. Penuaan penduduk turut memberikan tekanan terhadap ekonomi Jepang, yang merupakan salah satu ekonomi terbesar dunia. Bertambahnya jumlah lansia membuat kebutuhan dan biaya perawatan kelompok usia lanjut meningkat, sementara jumlah tenaga kerja produktif terus menyusut.

Situasi tersebut membuat Jepang dalam beberapa tahun terakhir semakin membuka pintu bagi pekerja asing, baik pekerja terampil maupun tenaga kerja di berbagai sektor yang mengalami kekurangan pekerja. Meski demikian, pemerintah Jepang belakangan juga memperketat sejumlah persyaratan visa di tengah meningkatnya sentimen terhadap warga asing.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |