Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mengunjungi Rumah Sakit (RS) Efarina Etaham dan Rumah Sakit Umum Amanda Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, Jumat (11/09/2026), untuk melihat langsung kondisi anak-anak yang tengah menjalani perawatan akibat keracunan makanan yang diduga berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam kesempatan itu, Wapres menyampaikan permintaan maaf mendalam atas insiden yang saat ini tengah menjadi sorotan nasional tersebut.
"Atas nama pemerintah saya mohon maaf yang sebesar-besarnya," ujarnya.
Dia menegaskan, pemerintah sangat serius dalam menangani proses pemulihan dan kebutuhan anak-anak yang tengah dirawat. Wapres juga membuka opsi rujukan bagi pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan yang memiliki dukungan medis sesuai dengan kondisi pasien. Baginya, kesehatan anak merupakan hal yang sangat penting agar mereka dapat segera pulih, kembali bersekolah, menuntut ilmu, dan mengejar cita-cita.
Selama kunjungan, Wapres Gibran juga mendengarkan berbagai keluhan yang disampaikan keluarga, mulai dari kebutuhan obat hingga cerita seorang ibu tentang yang anaknya pernah mengalami keracunan makanan.
"Anak saya dirawat tanggal 13 [Agustus] pulang 16 [Agustus]. Sekarang kelas 3 [SMA] tahun depan sudah kuliah. Sekarang masih suka mual, masih suka kambuh-kambuh," cerita sang Ibu.
Menanggapi hal tersebut, Wapres memastikan keluhan dan kebutuhan yang disampaikan masyarakat akan ditindaklanjuti, termasuk kebutuhan obat maupun rujukan bagi pasien yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Lebih lanjut, Wapres menyampaikan bahwa sebagai salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto, program ini terus dievaluasi dan disempurnakan agar pelaksanaannya semakin baik dan sesuai harapan masyarakat. Masukan dari masyarakat, lanjutnya, menjadi bagian penting dalam upaya tersebut.
"Hal ini sedang dievaluasi oleh Kepala BGN (Badan Gizi Nasional). Tapi semua keluhan serta masukan Bapak Ibu akan saya sampaikan kepada pimpinan tertinggi untuk mendapat tindak lanjut," tegasnya.
(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]

5 hours ago
4

















































