Trump: Serangan AS ke Iran "Sentuhan Kasih Sayang"

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas setelah kedua negara terlibat saling serang di sekitar Selat Hormuz. Situasi ini memicu kekhawatiran perang pecah lagi di kawasan Timur Tengah, terutama karena jalur tersebut merupakan rute vital perdagangan minyak dunia.

Presiden AS Donald Trump bahkan menyebut serangan terbaru Washington terhadap Iran sebagai "sentuhan kasih sayang". Dalam percakapan telepon dengan ABC News, Trump menegaskan gencatan senjata yang dimulai pada 7 April masih berlaku meski bentrokan kembali terjadi.

"Ini hanya sentuhan kasih sayang," kata Trump, dikutip Jumat (8/5/2026).

Namun dalam unggahan lanjutan di Truth Social, Trump mengeluarkan ancaman keras kepada Teheran. Ia memperingatkan AS akan menyerang Iran "jauh lebih keras, dan jauh lebih brutal" apabila tidak segera menyetujui kesepakatan dengan Washington.

Militer AS melalui Komando Pusat AS (CENTCOM) mengklaim serangan dilakukan sebagai bentuk pertahanan diri setelah kapal perang mereka mendapat serangan dari Iran. CENTCOM menyebut Iran meluncurkan rudal, drone, dan kapal kecil terhadap tiga kapal perang AS yakni USS Truxtun, USS Rafael Peralta, dan USS Mason di kawasan sekitar Selat Hormuz.

Sebagai balasan, AS mengaku menghantam sejumlah target strategis Iran, termasuk lokasi peluncuran rudal, pusat komando dan kendali, serta fasilitas pengawasan militer. Seorang pejabat senior AS kepada Fox News mengatakan serangan Washington juga menyasar pelabuhan Qeshm dan Bandar Abbas, serta pos pemeriksaan angkatan laut Bandar Kargan di Minab.

Di sisi lain, Iran menuding Washington lebih dulu melanggar gencatan senjata dengan menyerang kapal tanker minyak Iran di wilayah teritorialnya sendiri. Markas Besar Pusat Iran di Hazrat Khatam al-Anbiya menuduh AS berkoordinasi dengan "beberapa negara regional" untuk menyerang wilayah sipil di sekitar Bandar Khamir, Sirik, dan Pulau Qeshm.

"Pasukan Amerika yang agresif telah melanggar gencatan senjata," demikian pernyataan otoritas Iran yang dikutip media pemerintah.

Angkatan Laut Garda Revolusi Iran atau IRGC juga mengklaim tiga kapal perang AS melarikan diri dari Selat Hormuz. Disebut pula bahwa mereka "kabur" dengan kecepatan tinggi setelah mengalami "kerusakan signifikan".

Sementara itu, situasi di ibu kota Iran juga dilaporkan memanas. Media pemerintah Iran menyebut sistem pertahanan udara di Teheran bagian barat telah diaktifkan untuk menghadapi "target musuh." Laporan jurnalis yang berada di Teheran menyebut mulai ada aktivitas pertahanan udara dan kilatan cahaya di langit ibu kota Iran.

(tfa/tfa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |