Trump Sebut Inggris Bodoh Usai Lepas Kepulauan Chagos, AS Terancam?

12 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan kecaman tajam terhadap pemerintah Inggris atas keputusan menyerahkan Kepulauan Chagos di Samudra Hindia kepada Mauritius. Trump menilai langkah tersebut berisiko terhadap kepentingan keamanan nasional AS dan mencerminkan kesalahan strategis serius dari London.

Melalui unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social, pada Selasa lalu, Trump menyebut keputusan Inggris sebagai tindakan yang sangat ceroboh dan merugikan.

"Inggris menyerahkan wilayah yang sangat vital adalah sebuah KEBODOHAN BESAR. Ini menjadi salah satu alasan utama dari sudut pandang keamanan nasional mengapa Greenland perlu diakuisisi," tulis Trump.

Pernyataan itu menandai perubahan sikap Trump. Sebelumnya, ia diketahui sempat menyatakan dukungan terhadap kesepakatan yang mengatur pengalihan Kepulauan Chagos dari Inggris ke Mauritius.

Dalam kesepakatan tersebut, Inggris akan secara resmi mengembalikan Kepulauan Chagos kepada Mauritius, bekas wilayah koloninya. Namun, London tetap membayar biaya sewa untuk mempertahankan keberadaan pangkalan militer strategis AS-Inggris di Diego Garcia, pulau terbesar di kepulauan itu.

Selama ini, pangkalan Diego Garcia menjadi salah satu fasilitas militer paling krusial bagi operasi AS dan Inggris, khususnya di kawasan Samudra Hindia dan Timur Tengah.

Pemerintah Inggris membantah kekhawatiran Trump. Downing Street menegaskan bahwa kesepakatan dengan Mauritius justru memastikan keberlangsungan pangkalan militer utama AS-Inggris di kawasan tersebut.

"Kesepakatan ini menjamin operasi jangka panjang pangkalan gabungan AS-Inggris di Diego Garcia untuk generasi mendatang, dengan perlindungan kuat guna menjaga kemampuan strategisnya serta menjauhkan ancaman musuh," demikian pernyataan Downing Street.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Mei lalu menyatakan bahwa Washington menyambut positif kesepakatan tersebut. Menurutnya, pemerintahan Trump menilai perjanjian itu dapat memastikan operasi fasilitas militer gabungan AS-Inggris di Diego Garcia berjalan stabil dan efektif dalam jangka panjang.

Inggris sendiri telah mempertahankan kendali atas Kepulauan Chagos sejak Mauritius merdeka pada 1960-an. Namun, dalam proses tersebut, ribuan penduduk asli Chagos dipaksa meninggalkan kampung halaman mereka.

Warga yang terusir kemudian menempuh jalur hukum selama bertahun-tahun di pengadilan Inggris, menuntut ganti rugi serta pengakuan hak atas tanah mereka.

Sengketa status Kepulauan Chagos juga menjadi perhatian internasional. Pada 2019, Mahkamah Internasional (International Court of Justice/ICJ) merekomendasikan agar Inggris mengembalikan kepulauan tersebut kepada Mauritius, mengakhiri perselisihan hukum yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |