Jakarta, CNBC Indonesia - Serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran Sabtu, membunuh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Namun fakta terbaru terkuak dari pembunuhan tersebut.
Laporan terbaru Financial Times (FT), Rabu 4/3/2026), menulis bagaimana intelijen Israel Mossad terlibat, selain intelijen AS, CIA. Mossad meretas hampir semua kamera lalu lintas Teheran untuk mempersiapkan pembunuhan ke Khamenei.
"Kamera-kamera di ibu kota Iran telah diretas selama bertahun-tahun, dengan rekaman yang dienkripsi dan dikirim ke Israel," tulis media tersebut.
Satu kamera, yang dipasang di jalan tempat kompleks kediaman Khamenei berada, memberikan sudut pandang yang memungkinkan analis untuk melacak kendaraan dan rutinitas personel keamanan. Data tersebut dilaporkan diproses untuk membangun apa yang disebut mata-mata sebagai "pola kehidupan" para pejabat dan pengawal mereka.
"Bukan hanya itu, intelijen Israel juga mengganggu komponen menara telepon seluler di dekat kompleks tersebut untuk memblokir potensi peringatan," menurut FT.
Pembunuhan terhadap Khamenei sendiri ternyata sudah direncanakan selama berbulan-bulan oleh intelijen Israel. Tetapi operasi itu kemudian disesuaikan dengan CIA.
Data CIA menyebutkan Khamenei dan para pejabat seniornya akan bertemu di kompleksnya di Teheran pada Sabtu pagi. AS dilaporkan memiliki sumber informasi di Teheran yang memberikan konfirmasi.
"Khamenei sedang sarapan dengan para ajudan senior pada saat serangan itu terjadi," kata Presiden AS Donald Trump kepada Fox News pada hari Senin.
"Mereka berpikir mereka aman karena itu terjadi di siang bolong," tambahnya.
Sebelumnya, AS sendiri menyebut serangan itu "Operasi Epic Fury". AS mengatakan ini dilakukan sebagai tindakan yang diperlukan untuk membongkar program nuklir dan rudal balistik Iran, meski dalam pengakuan Menteri Luar Negeri AS di Kongres Selasa, keamanan Israel menjadi faktor utama.
Teheran bersikeras bahwa serangan tersebut sama sekali tidak beralasan. Negeri itu bahkan membalas dengan rudal dan drone yang menargetkan Israel dan pangkalan AS di seluruh Timur Tengah.
"Selama bertahun-tahun, Israel telah membunuh ratusan orang di luar negeri, termasuk para pemimpin militan, ilmuwan nuklir, insinyur kimia - dan banyak warga sipil yang tidak bersalah," tambah laman FT lagi.
(sef/sef)
Addsource on Google

4 hours ago
1
















































