Jakarta, CNBC Indonesia - China meluncurkan dua sistem eksplorasi mineral dan pemetaan geologi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang diklaim mampu memangkas waktu pekerjaan eksplorasi dari 6 bulan menjadi hanya seminggu.
Melansir dari Global Times, kedua sistem itu bernama AI-GeoMapping dan AI-OreSeeking yang dikembangkan secara mandiri oleh China Geological Survey (CGS) di bawah Kementerian Sumber Daya Alam China. Keduanya diperkenalkan dalam China Mining Conference and Exhibition ke-28 di Tianjin.
"Kedua sistem yang dikembangkan secara independen oleh CGS tersebut diharapkan dapat memberikan acuan teknis bagi transformasi cerdas dalam eksplorasi mineral global serta memberikan dorongan baru bagi inovasi teknologi survei geologi global," ujar Ren Xiaomai, seorang pejabat CGS dalam konferensi tersebut.
AI-GeoMapping menggabungkan big data, AI, dan teknologi informasi modern untuk mempercepat pemetaan geologi. Sistem ini mengintegrasikan data dari berbagai sumber, mulai dari satelit, udara, hingga permukaan tanah.
Sistem tersebut mencakup seluruh proses pemetaan, mulai dari riset awal dan pengumpulan data hingga pembuatan serta penyusunan peta. AI-GeoMapping dapat mengidentifikasi badan geologi dengan tingkat akurasi lebih dari 90% dan meningkatkan efisiensi pemrosesan data, analisis terpadu, serta penyusunan peta geologi lebih dari 50%.
Sementara itu, AI-OreSeeking secara khusus digunakan untuk eksplorasi mineral. Sistem ini menggabungkan data geosains, pengetahuan geologi, model eksplorasi, serta lebih dari 200 algoritma pemrosesan dan analisis data yang digunakan dalam pencarian mineral.
Sistem tersebut menggunakan jutaan entri dalam geological knowledge graph yang mencakup kondisi geologi, pola mineralisasi, dan model endapan mineral. Data geologi, gravitasi, magnetik, kelistrikan, geokimia, hingga penginderaan jauh kemudian dianalisis oleh AI.
AI-OreSeeking dapat mengintegrasikan data, mengidentifikasi informasi penting terkait mineralisasi, menentukan wilayah yang berpotensi mengandung mineral, menemukan target eksplorasi, hingga membuat model struktur geologi tiga dimensi dan penilaian sumber daya.
Pengguna juga dapat memilih tiga mode, yakni dipimpin pakar, otomatis, atau kolaborasi manusia dan AI.
Pengujian AI-OreSeeking menunjukkan pekerjaan prediksi dan evaluasi mineral yang sebelumnya membutuhkan waktu sekitar enam bulan kini dapat diselesaikan dalam satu minggu.
Dalam eksplorasi emas di wilayah Qinling bagian barat, misalnya, sistem tersebut memproses data dari berbagai sumber dan melakukan evaluasi prediksi untuk 32 lembar peta berskala 1:50.000 hanya dalam lima hari. Hasilnya, AI berhasil mengidentifikasi dua target eksplorasi emas dan empat wilayah yang dinilai layak untuk eksplorasi lebih lanjut.
Teknologi ini dapat digunakan untuk mengeksplorasi berbagai mineral padat, termasuk emas, besi, tembaga, aluminium, litium, kobalt, nikel, timbal, seng, kromium, kalium, dan uranium.
Menurut Qu, sistem AI-OreSeeking mengintegrasikan pengalaman eksplorasi mineral CGS selama puluhan tahun. Sistem ini memiliki lima fungsi utama, yakni pengelolaan data geologi dan mineral, pengelolaan pengetahuan, pemrosesan dan interpretasi data, prediksi serta evaluasi berbasis AI, dan model AI skala besar untuk eksplorasi mineral.
Sejauh ini, AI-OreSeeking telah diuji dalam lebih dari 100 proyek di lebih dari 10 wilayah tingkat provinsi di China, termasuk Xizang, Xinjiang, Fujian, Shandong, dan Mongolia Dalam.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
2
















































