Bursa Asia Menguat, Investor Cermati Pasar AS di Tengah Konflik Iran

2 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Asia-Pasifik dibuka menguat pada perdagangan Rabu (23/9/2026) seiring dengan perkembangan pasar Amerika Serikat dan hubungan AS dengan Iran.

Melansir CNBC, indeks Kospi Korea Selatan naik 1,79% dan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq menguat 0,84%. Sementara itu, indeks acuan Australia S&P/ASX 200 naik 0,34%, sedangkan pasar saham Jepang ditutup karena libur nasional.

Penguatan pasar Asia terjadi setelah investor mencermati perkembangan pasar Amerika Serikat dan hubungan AS dengan Iran. Chief Market Strategist First Franklin Financial Services Brett Ewing mengatakan kepada CNBC bahwa indeks S&P 500 berpotensi mencapai level 8.200 sebelum akhir tahun.

"Target kami pada awal tahun adalah 8.000 untuk S&P, dan kami menaikkan target tersebut, percaya atau tidak, pada Agustus menjadi 8.200 pada akhir tahun," kata Ewing. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah perhatian investor terhadap arah pasar saham AS dan perkembangan geopolitik.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Selasa bahwa pejabat AS dan Iran telah bertemu selama tiga jam dalam rangkaian Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York. Trump menggambarkan pertemuan tersebut sebagai pertemuan yang "sangat baik".

Sebelumnya dalam pidatonya di PBB, Trump mengatakan dirinya menghadapi "keputusan besar" terkait apakah akan mencapai kesepakatan dengan Teheran atau "memusnahkan" negara tersebut. Perkembangan hubungan AS-Iran menjadi salah satu perhatian investor karena berpotensi memengaruhi kondisi geopolitik dan pasar komoditas global.

Di pasar komoditas, harga minyak melemah tipis dengan harga minyak mentah Brent dan West Texas Intermediate (WTI) masing-masing turun sekitar 1% dalam perdagangan tersebut. Pergerakan harga minyak terjadi di tengah perkembangan hubungan AS-Iran serta perhatian terhadap kebijakan energi AS.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pada Selasa bahwa pemerintah AS sedang mempertimbangkan kemungkinan melarang ekspor diesel. Berdasarkan data American Automobile Association (AAA), harga rata-rata diesel secara nasional telah mencapai US$6,53 per galon.

"Kami sedang mengkaji apakah hal tersebut layak dilakukan dari sisi kapasitas penyulingan secara keseluruhan dan apakah larangan penuh atau sebagian akan berhasil," kata Bessent. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan bilateral antara Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB.

Memasuki perdagangan Rabu, pelaku pasar akan mencermati sejumlah laporan kin

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |