5 Kesalahan Warga Indonesia yang Merusak Jantung Paling Cepat

1 hour ago 3
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Menjaga kesehatan jantung merupakan bagian penting dari upaya mempertahankan kualitas hidup dan umur panjang. Namun, tanpa disadari, sejumlah kebiasaan sehari-hari justru dapat meningkatkan risiko gangguan pada organ vital tersebut.

Ahli jantung membeberkan sejumlah kesalahan umum yang bisa merusak kesehatan jantung.

Berikut delapan kebiasaan yang perlu diperhatikan, seperti dikutip dari Health:

1. Mengonsumsi Terlalu Banyak Garam

Garam merupakan salah satu komponen yang kerap tidak disadari keberadaannya dalam pola makan sehari-hari. Kandungan ini dapat ditemukan dalam berbagai makanan, mulai dari sup, daging olahan, roti hingga saus pelengkap.

Salah satu mineral utama dalam garam adalah natrium. Garam meja terdiri dari sekitar 40 persen natrium dan 60 persen klorida. Tubuh membutuhkan natrium dalam jumlah tertentu agar dapat berfungsi dengan baik. Namun, konsumsi berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah.

Tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan gagal jantung.

2. Terlalu Banyak Duduk

Banyak orang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk, terutama karena tuntutan pekerjaan. Padahal, tubuh membutuhkan aktivitas fisik yang cukup untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan, termasuk jantung.

Ketika tubuh kurang bergerak, pembakaran kalori menurun sehingga risiko kenaikan berat badan meningkat. Kondisi tersebut dapat memicu tekanan darah tinggi, diabetes, serta berbagai masalah kesehatan yang membahayakan jantung.

Brian Downey, MD, direktur Layanan Kardiologi Umum di Tufts Medical Center, mengatakan bahwa saat ini muncul ungkapan "duduk adalah kebiasaan buruk baru yang setara dengan merokok" untuk menggambarkan dampak gaya hidup sedentari.

3. Bermain Ponsel Sebelum Tidur

Bersantai sambil memainkan ponsel sebelum tidur mungkin terasa menyenangkan, namun kebiasaan ini dapat mengganggu kualitas istirahat.

Cahaya biru dari layar berpotensi menghambat produksi melatonin, yaitu hormon yang membantu mengatur tidur. Sementara itu, stimulasi dari aktivitas menggunakan ponsel dapat meningkatkan kadar kortisol, hormon yang berkaitan dengan respons stres. Waktu yang dihabiskan untuk menelusuri layar juga dapat mengurangi durasi tidur seseorang.

Harmony Reynolds, MD, ahli jantung di NYU Langone sekaligus sukarelawan American Heart Association, mengatakan bahwa kurang tidur merupakan salah satu faktor risiko penting penyakit kardiovaskular.

Saat tidur, tekanan darah secara alami menurun. Jika seseorang tidak mendapatkan istirahat yang cukup, tekanan darah dapat tetap berada pada tingkat tinggi dalam waktu lebih lama, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

4. Menyimpan Makanan Tidak Sehat di Rumah

Kebiasaan menjaga kesehatan jantung juga berkaitan dengan jenis makanan yang tersedia di dapur rumah.

Reynolds mengatakan, salah satu kesalahan yang sering ia temui adalah memasukkan camilan tidak sehat ke dalam keranjang belanja.

"Orang berpikir satu camilan kecil tidak akan berdampak buruk. Memang benar satu camilan saja tidak akan berbahaya, tetapi bagi kebanyakan orang, sangat mudah untuk menjadikan konsumsi makanan tidak sehat sebagai kebiasaan," ujarnya.

Makanan tidak sehat, khususnya camilan dan kudapan yang sangat diproses, dapat meningkatkan tekanan darah, kadar kolesterol, serta berat badan.

Reynolds juga menjelaskan bahwa sebagian makanan tersebut dapat membuat seseorang merasa lelah satu atau dua jam setelah dikonsumsi, ketika kadar gula darah menurun. Akibatnya, seseorang kembali mencari camilan lain.

5. Kurangnya Interaksi Sosial

Isolasi sosial dan kesepian mungkin lebih sering dikaitkan dengan kesehatan otak dan kondisi psikologis. Namun, kurangnya interaksi sosial juga dapat berdampak pada kesehatan jantung. Kondisi tersebut dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke.

"Sudah diketahui bahwa stres, kecemasan, kurangnya interaksi sosial, dan kesepian-semua ini merupakan faktor risiko yang bersifat non-fisik atau faktor risiko 'lunak' bagi penyakit jantung," ujar Baljash Cheema, MD, ahli kardiologi spesialis gagal jantung lanjut dan transplantasi di Northwestern Medicine, kepada Health.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |