Gelson Kurniawan, CNBC Indonesia
13 August 2026 16:17
Jakarta, CNBC Indonesia - Sovereign wealth fund (SWF) Norwegia, Government Pension Fund Global, mencatat laba lebih dari US$184 miliar pada semester I-2026.
Kinerja tersebut mempertegas posisi SWF yang dikelola Norges Bank Investment Management (NBIM) itu sebagai salah satu investor institusional paling berpengaruh di pasar keuangan global.
SWF Norwegia dibentuk untuk mengelola surplus pendapatan minyak dan gas negara tersebut bagi generasi mendatang. Per akhir semester I-2026, nilai kelolaannya mencapai sekitar US$2,34 triliun.
NBIM berinvestasi di lebih dari 7.000 perusahaan di berbagai negara dan memiliki porsi sekitar 1,5% dari nilai seluruh saham tercatat di dunia.
Laba pada enam bulan pertama 2026 mencapai lebih dari 1,75 triliun krone Norwegia. NBIM mencatat pengembalian 9,4% pada periode tersebut, yang terutama ditopang kenaikan harga saham teknologi Asia. Tren AI dan tingginya kebutuhan akan infrastruktur komputasi menjadi salah satu penggerak penting bagi pasar saham global.
Sorotan terbaru tertuju pada pengungkapan kepemilikan NBIM di SpaceX. SWF Norwegia itu memiliki 0,05% saham perusahaan antariksa milik Elon Musk tersebut, dengan nilai sekitar US$1,23 miliar per 30 Juni 2026. Nilai ini menandai salah satu pengungkapan terbaru dari investor institusional besar terhadap perusahaan yang sebelumnya berstatus privat tersebut.
Namun, SpaceX belum masuk dalam daftar 10 saham terbesar SWF Norwegia. Posisi teratas masih ditempati emiten teknologi raksasa dan produsen semikonduktor yang menikmati lonjakan permintaan akibat tren kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Berikut 10 saham terbesar NBIM per 30 Juni 2026:
Total nilai 10 saham tersebut mencapai sekitar US$346,7 miliar, atau hampir 15% dari total nilai kelolaan SWF Norwegia. Nvidia menjadi investasi terbesar, disusul Apple dan Alphabet. Enam dari 10 emiten terbesar tersebut berbasis di Amerika Serikat, sedangkan sisanya berasal dari Taiwan, Korea Selatan, dan Belanda.
Komposisi itu memperlihatkan posisi NBIM di hampir seluruh mata rantai industri chip. Nvidia dan Broadcom berada di sisi desain semikonduktor, TSMC serta Samsung menjadi produsen chip, ASML memasok mesin litografi, sementara SK hynix mengisi kebutuhan memori berkapasitas tinggi untuk pusat data AI.
Investasi di SpaceX juga menambah eksposur NBIM terhadap perusahaan yang dipimpin Musk. SWF Norwegia sebelumnya memiliki sekitar 1% saham Tesla dengan nilai sekitar US$15,72 miliar pada akhir semester I-2026.
Meski nilainya jauh lebih kecil dari saham teknologi terbesar NBIM, SpaceX tetap relevan karena bisnisnya mencakup peluncuran roket, internet satelit Starlink, serta ekspansi teknologi komputasi dan AI.
Bukan Cuma Norwegia
NBIM bukan satu-satunya SWF yang melaporkan investasi langsung di SpaceX. Berdasarkan pengungkapan dari pihak masing-masing, setidaknya ada dua investor negara lain yang menyatakan kepemilikan langsung di perusahaan tersebut.
Oman Investment Authority (OIA) secara resmi menyatakan diri sebagai pemegang saham SpaceX. OIA juga menyebut investasinya di perusahaan tersebut telah memberikan tingkat pengembalian internal di atas 37%, meski nilai investasi dan porsi sahamnya tidak dipublikasikan.
Sementara itu, Temasek menyampaikan dalam laporan tahunannya bahwa mereka telah berinvestasi di SpaceX yang dimiliki Elon Musk. Seperti OIA, investor negara asal Singapura tersebut tidak mengungkap nilai investasi maupun persentase kepemilikan sahamnya.
Masuknya sejumlah SWF ke SpaceX menunjukkan perusahaan antariksa tersebut bukan lagi sekadar cerita modal ventura. SpaceX semakin dipandang sebagai aset strategis di persimpangan industri peluncuran roket, konektivitas satelit melalui Starlink, dan teknologi AI.
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls)

8 hours ago
1
















































