Sudaryono Temukan Ada Dapur MBG 'Hantu' Niat Nyolong Uang Negara

1 hour ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Gizi Nasional (BGN) menduga pengiriman anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sejumlah rekening dapur bermasalah bukan semata-mata terkait dugaan tindak pidana korupsi.

Kepala BGN Sudaryono mengungkap, praktik tersebut diduga juga dilakukan untuk memperbesar realisasi atau serapan anggaran agar terlihat tinggi.

Menurut Sudaryono, dugaan tersebut kini masih didalami bersama aparat penegak hukum (APH). Selain kemungkinan adanya unsur pidana, BGN juga membuka kemungkinan bahwa dana dikirim ke banyak rekening agar penyerapan anggaran lembaga tampak lebih besar.

"Jadi kami menduga, ini namanya dugaan, tentu saja pembuktiannya ada pada penegak hukum. Kami menduga kenapa uang bisa ke rekening di mana dapur itu rekeningnya dobel, atau dapur itu belum beroperasi, kami menduga ada oknum-oknum terdahulu di dalam BGN yang kemudian mengirimkan ini. Apa motivasi dan lain-lainnya, (proses penyelidikan) masih berjalan," kata Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Ia menjelaskan terdapat dua dugaan motif yang saat ini sedang ditelusuri. Pertama, adanya unsur mens rea atau niat jahat untuk melakukan tindak pidana. Kedua, upaya mempercantik realisasi anggaran BGN.

"Kalau mens rea kejahatan mungkin dia niat mencuri. Atau bisa jadi dia hanya ingin ngirim ke banyak rekening supaya kelihatan serapan anggarannya tinggi," ujarnya.

"Jadi anggarannya terserap banyak gitu, kemudian serapan di BGN-nya tinggi sehingga supaya ada dicek itu kira-kira serapan tinggi itu adalah sama dengan prestasi yang baik dari sebuah lembaga. Itu kami sedang mendalami, dan manakala ada indikasi mens rea, ada indikasi niat jahat untuk nyuri, ngentit, atau nyolong. Maka ini kita serahkan kepada penegak hukum," sambung dia.

Dugaan tersebut mencuat setelah BGN melakukan penyisiran terhadap ribuan rekening virtual account (VA) milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di seluruh Indonesia.

"Setelah kami periksa ribuan rekening, ini kami menemukan semacam anomali. Bahwa ada saldo rekening yang terkirim dari pusat kepada rekening-rekening dapur, dalam bentuk virtual account (VA), ternyata rekening penampungan itu rekening dapur yang belum beroperasi atau ada yang satu dapur punya beberapa rekening virtual account," ungkap Sudaryono.

Hasil verifikasi menemukan 414 dapur yang memiliki rekening ganda atau bahkan belum beroperasi. Dari temuan tersebut, BGN mengembalikan dana negara sebesar Rp311.246.295.184 ke kas negara.

"Kami mengembalikan uang negara, uang rakyat sebanyak Rp311.246.295.184 dari sisiran kami hasil penelusuran ya, yang kami temukan dari 414 SPPG atau dapur," katanya.

BGN mencatat nilai pengembalian terbesar berasal dari rekening virtual account yang menggunakan Bank Rakyat Indonesia (BRI), yakni mencapai Rp137,5 miliar dari 121 SPPG. Disusul Bank Negara Indonesia (BNI) dengan pengembalian Rp74 miliar dari 117 SPPG.

Sementara itu, rekening di Bank Mandiri menyumbang pengembalian dana sebesar Rp71,6 miliar yang berasal dari 129 SPPG. Kemudian Bank Syariah Indonesia (BSI) mengembalikan saldo Rp12,9 miliar dari 19 SPPG, sedangkan Bank Tabungan Negara (BTN) mengembalikan Rp15,3 miliar yang berasal dari 28 SPPG.

Sudaryono menegaskan penyisiran masih terus dilakukan. Temuan tersebut juga telah dilaporkan kepada Kejaksaan Agung, untuk mendalami ada atau tidaknya unsur pidana dalam pengiriman dana ke rekening-rekening tersebut.

"Tentu saja bagi dapur-dapur atau SPPG atau pihak-pihak manapun, mau mitra mau siapapun itu, termasuk juga adalah oknum-oknum yang ada di Badan Gizi Nasional ini, tidak ada yang kebal hukum. Kami sampaikan semuanya kepada penegak hukum," tegasnya.

(wur) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |