Jakarta, CNBC Indonesia - PT Vale Indonesia Tbk menjadwalkan operasional atau startup proyek High Pressure Acid Leaching (HPAL) raksasa di Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, pada bulan Agustus 2026 ini.
Proyek itu targetnya akan menjadi tulang punggung bagi pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik nasional.
Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale Budiawansyah memaparkan kesiapan proyek yang berlokasi di kawasan Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP) tersebut.
Ia menegaskan rencana operasional smleter HPAL ini merupakan salah satu upaya perusahaan dalam mendukung program hilirisasi yang dicanangkan pemerintah.
"Nah jika tidak ada halang melintang bulan Agustus ini siap untuk di-startup. Ini adalah cikal bakal integrated ecosystem baterai salah satu ekosistem baterai yang ada di Indonesia," katanya dalam acara Grand Seminar HIPMI, di Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Proyek di Pomalaa ini memiliki kapasitas produksi mencapai 120 kiloton, atau hampir dua kali lipat dari kapasitas operasional Vale saat ini. Produk antara yang dihasilkan berupa Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) sebagai bahan baku utama untuk industri baterai listrik masa depan.
"Jadi di kawasan industri IPIP, Indonesia Pomalaa Industrial Park, which is industrial itu hadir karena adanya angkor plan yaitu kerjasama antara Vale, Huayou sebagai technological providers dan juga Ford Motor," katanya.
Budiawansyah menjelaskan bahwa kolaborasi strategis dengan Ford dan Huayou ini didesain sebagai industri jangkar yang akan menarik investasi lanjutan di sektor hilir. Kawasan ini disiapkan untuk menampung investor yang akan mengolah produk antara tersebut menjadi prekursor hingga katoda.
"Jadi di sini memang sudah didesain sebagai angkor industrinya dan juga sebagai sampai kepada prekursor dan katoda nanti banyak beberapa investor-investor yang akan datang," tambahnya.
Melalui proyek HPAL ini, perusahaan berkomitmen memperkuat industri nikel Indonesia agar tidak hanya berhenti pada pengolahan hulu. Perusahaan fokus memastikan seluruh rantai pasok dari tambang hingga material baterai dapat berjalan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Asal tahu saja, HPAL merupakan smelter yang menghasilkan bahan baku baterai kendaraan listrik. Proyek HPAL yang digarap Vale Indonesia sejatinya terletak di tiga provinsi, yakni Pomalaa Sulawesi Tenggara, Morowali Sulawesi Tengah, dan Sorowako Sulawesi Selatan.
Khusus proyek smelter teknologi HPAL di Pomalaa memiliki nilai investasi hingga US$ 4,5 miliar atau sekitar Rp 80,6 triliun (asumsi kurs Rp 17.911 per US$). Smelter ini akan memproduksikan 120 ribu ton per tahun Mixed Hydroxide Precipitate (MHP).
Proyek ini juga melibatkan perusahaan otomotif asal Amerika Serikat (AS) yakni Ford Motor Co. dan perusahaan asal China yakni Zhejiang Huayou Cobalt.
(arj/arj)
[Gambas:Video CNBC]

1 hour ago
2

















































