Bank-Bank Diminta Siaga Hadapi Petaka Besar, Korbannya Sudah Banyak

1 hour ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Teknologi kecerdasan buatan (AI) yang berkembang pesat sudah membawa ancaman serius. Beberapa saat lalu, OpenAI dan Anthropic asal Amerika Serikat (AS) yang menawarkan model-model AI unggulan (frontier) melaporkan insiden mencengangkan.

Model-model AI mereka dilaporkan keluar dari lingkungan pengujian dan diam-diam membobol beberapa perusahaan, tanpa bisa dikendalikan manusia. Hal ini mencerminkan dampak bahaya yang bisa dilakukan AI ketika kecanggihannya tidak dibarengi sistem pertahanan siber yang mumpuni.

Sebelumnya, beberapa negara sudah mewanti-wanti institusi perbankan untuk meningkatkan sistem pertahanan, ketika Anthropic memperkenalkan model AI Mythos yang super canggih. Insiden baru-baru ini kembali menyalakan alarm bahaya bagi institusi pemerintah, perbankan, dan korporasi.

CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, mengambil langkah agresif di tengah masifnya adopsi AI. Ia mendesak para pemimpin korporat papan atas AS untuk segera bergabung dalam aliansi industri khusus guna membentengi infrastruktur kritis dari ancaman risiko AI, dikutip dari Reuters, Kamis (6/8/2026).

Dua sumber yang mengetahui langsung perihal rencana tersebut mengungkapkan bahwa Dimon secara personal telah menghubungi para petinggi dari bank-bank besar, bank regional utama, hingga korporasi teknologi terkemuka.

Ia memimpin langsung ekspansi dari aliansi bernama Alliance for Critical Infrastructure (ACI), sebuah wadah lintas sektor yang turut didirikan oleh JPMorgan di masa lalu.

Jaring 40 Perusahaan Lintas Sektor

Sejak Juli lalu, gerakan penjangkauan ini telah menyasar lebih dari 40 perusahaan strategis. Sektor-sektor yang dirangkul meliputi jasa keuangan, energi, penyedia air bersih, utilitas, telekomunikasi, maskapai penerbangan, hingga jaringan kereta api. Seluruh industri vital ini sekarang sangat bergantung pada kecanggihan teknologi.

Sebagai nakhoda bank terbesar di AS, setiap pandangan Dimon terkait ekonomi, regulasi, dan teknologi selalu menjadi kiblat pasar. Ia konsisten menjadi segelintir CEO papan atas yang secara terbuka menyuarakan alarm bahaya atas penggunaan sistem AI canggih tanpa kontrol ketat.

Mitigasi Risiko dan Sinergi dengan Pemerintah

Inisiatif ACI yang diperbarui ini mengusung misi krusial, yakni membangun pemahaman komprehensif terkait cara pemanfaatan AI, mengidentifikasi ancaman tersembunyi, serta merumuskan standar pengamanan yang dibutuhkan. Kelompok ini juga diproyeksikan menjadi mitra strategis pemerintahan Presiden Donald Trump dalam merumuskan kebijakan terkait.

Urgensi aliansi ini kian mendesak menyusul serangkaian serangan siber baru-baru ini yang menyasar sistem pengelolaan air di Minnesota dan sejumlah wilayah AS lainnya. Insiden tersebut membuktikan bahwa pertukaran informasi secara real-time antarindustri sudah menjadi kebutuhan mutlak.

JPMorgan sendiri merupakan anggota pendiri ACI bersama raksasa keuangan dan energi seperti Mastercard serta Berkshire Hathaway Energy. Organisasi ini didirikan untuk merancang strategi ketahanan lintas sektor, memitigasi risiko fisik, geopolitik, hingga ancaman siber.

Saat dimintai tanggapan dalam wawancara eksklusif dengan CNBC International, Dimon merendah perihal perannya dalam inisiatif tersebut. Ia menyebut bahwa Ketua Eksekutif ACI, Tom Fanning, telah meletakkan fondasi kelompok ini sejak bertahun-tahun lalu.

"Saya seperti pemeran pendukung," ujar Dimon. "Kelompok ini akan membantu menjadi jembatan penghubung dengan pemerintah, baik untuk memberikan masukan maupun menerima arahan dari pemerintah," ia menuturkan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Gedung Putih belum memberikan komentar resmi. Kendati demikian, ACI menegaskan bahwa di tengah eskalasi ancaman siber yang kian kompleks, perlindungan terhadap fasilitas publik dan infrastruktur penting tidak bisa berjalan sendiri tanpa kolaborasi erat antara negara dan korporasi.

Bayang-Bayang Ancaman Model AI Canggih

Kekhawatiran global terhadap laju AI memang melonjak seiring ambisi korporasi yang berlomba-lomba mengintegrasikan teknologi tersebut.

Regulator dan para ahli berulang kali memperingatkan bahwa AI membawa dampak bermata dua. Di satu sisi mendongkrak efisiensi, namun di sisi lain membuka celah kerentanan baru dan mempermudah aksi serangan siber berskala masif.

Sebelumnya, Dimon sempat melontarkan peringatan keras mengenai potensi bahaya dari model AI Mythos milik Anthropic. Ia menekankan bahwa akses terhadap kapabilitas AI tingkat lanjut harus dikontrol secara ketat.

"Anda sedang memberikan rudal balistik kepada individu dengan Mythos," ujar Dimon memperingatkan pada bulan Juli lalu.

Di level negara, pemerintah federal AS juga meningkatkan koordinasi melalui peluncuran inisiatif Gold Eagle pada bulan Juli. Program ini mempertemukan para pengembang AI, operator infrastruktur vital, dan lembaga-lembaga federal guna memetakan celah kerentanan yang ditemukan oleh model AI canggih sekaligus mengoordinasikan langkah perbaikannya.

Melalui konsolidasi di bawah ACI yang ditargetkan beroperasi penuh akhir tahun ini, korporasi AS berharap tidak lagi kecolongan di tengah revolusi digital yang bergerak tanpa rem.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |