Jakarta, CNBC Indonesia - Iran dilaporkan akan bergabung dengan Bank Pembangunan Baru BRICS (NDB). Gubernur Bank Sentral Iran mengutarakan hal tersebut Kamis waktu setempat.
Aliansi BRICS sendiri merupakan akronim dari Brasil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan (Afsel). Keempat negara awal bergabung 2006 sementara Afsel menjadi anggota di 2010.
Sejak itu, anggota BRICS berkembang dengan masuknya Iran, Mesir, Ethiopia, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), dan Indonesia. Sejumlah negara lain bergabung sebagai mitra, seperti Belarus, Kuba, dan Nigeria.
Mengutip CNBC International Jumat (14/8/2026), Gubernur Bank Sentral Iran Abdolnasser Hemmati bergabungnya Iran akan secara resmi dilakukan September. Iran akan berada di India untuk menghadiri persiapan menuju KTT BRICS bulan depan.
"Kami berupaya membangun kerja sama moneter bilateral dan trilateral dengan negara-negara anggota," kata Hemmati, menurut laporan Tasnim.
Apa Itu NDB?
NDB didirikan oleh BRICS untuk membantu memobilisasi sumber daya bagi proyek infrastruktur dan pembangunan berkelanjutan di negara-negara berkembang dan pasar negara berkembang. Sebelum bergabung, Iran harus terlebih dahulu melalui proses aksesi NDB sebelum dapat menjadi anggota resmi.
Saat ini, negara yang berstatus calon anggota NDB adalah Uruguay, Kolombia, Ethiopia, Angola, dan Zimbabwe. Bergabung dengan bank tersebut akan membuat Iran berpeluang mendapatkan pembiayaan untuk berbagai proyek, termasuk di bidang transportasi, sanitasi, infrastruktur digital, dan pembangunan perkotaan.
Perlu diketahui, sanksi Barat terhadap Iran yang telah berlangsung selama bertahun-tahun sangat membatasi akses negara tersebut terhadap modal internasional, terutama dari lembaga keuangan dan pasar negara-negara Barat. Perang dengan AS dan Israel yang pecah sejak 28 Februari, semakin memperburuk tekanan terhadap perekonomian Iran.
Dari data IMF, Inflasi Iran melonjak 87,9% secara tahunan pada Juli 2026. Badan yang sama memprediksi ekonomi negara itu akan terkontraksi 5,4% tahun ini dengan GDP nominal sekitar US$300,3 miliar.
Sementara itu, juru bicara NDB tidak dapat mengonfirmasi informasi mengenai keanggotaan Iran.. Namun NDB menegaskan keanggotaan terbuka bagi semua negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Keanggotaan bank ini terbuka bagi negara anggota peminjam maupun non-peminjam," kata juru bicara tersebut.
"NDB baru-baru ini menyambut Uzbekistan sebagai negara anggota ke-10, yang secara resmi bergabung dengan bank tersebut pada 5 Juni 2026," tegasnya.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump, selalu menyebut kebijakan BRICS sebagai "anti-Amerika". Ia mengancam mengenakan tarif 25% terhadap barang yang diimpor AS dari negara mana pun yang secara langsung maupun tidak langsung membeli barang atau jasa dari Iran
Menurut data Kpler yang dikutip Reuters, China merupakan mitra dagang terbesar Iran, berdasarkan data terbaru Bank Dunia. Pada 2025, China membeli lebih dari 80% minyak Iran yang dikirim melalui jalur laut.
(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]

1 hour ago
3
















































