Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana mengaudit wajib pajak yang kebanyakan melakukan restitusi atau pengembalian kelebihan pembayaran pajak pada 2025.
Ia mengatakan, audit ini dilakukan karena realisasi restitusi pajak pada 2025 teramat besar, yakni mencapai lebih dari Rp 360 triliun. Sebagaimana diketahui realisasi restitusi pajak pada 2025 senilai Rp 361,15 triliun atau naik 35,9% dari tahun sebelumnya.
"kita akan audit, terutama yang keliatannya besar-besar, yang mencurigakan tahun lalu, karena tahun lalu kita keluarin berapa tuh? Rp 360 triliun restitusinya. Menurut saya kebesaran," kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Senin (23/2/2026).
Purbaya menduga, ada permainan dalam kebijakan restitusi pajak sepanjang tahun lalu. Maka, ia merasa perlu dilakukan audit secara besar-besaran.
"Saya akan lihat ada enggak yang main-main di situ, tujuannya supaya ke depan kalau restitusi jangan main-main, supaya uang saya enggak hilang dan perbaiki kondisi fiskal juga," tegasnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengatakan, memasuki 2026, nilai restitusi sudah mulai makin menurun. Ia mencatat, nominal restitusi untuk berbagai jenis pajak, termasuk PPh dan PPN sebesar Rp 54,1 triliun atau turun 23% dibanding Januari 2025.
"Untuk restitusi dari PPh non-migas Rp 15,8 triliun, ada pun dari PPN dan PPnBM sebesar Rp 37,37 triliun dan pajak-pajak lainnya seperti PBB, PPh migas dan pajak-pajak lainnya yang tidak signifikan totalnya sekitar Rp 879 miliar," tutur Bimo.
Bimo juga menekankan, dalam proses audit restitusi wajib pajak itu, nantinya Ditjen Pajak akan membuat kriteria seleksi. Namun, ia belum mau mengungkap kriteria restitusi wajib pajak seperti apa yang akan diaudit.
"Itu tergantung kriteria seleksi kita. Jadi kalau seperti treshold khusus ya enggak juga, kita lihat kan bisa juga dari frekuensinya, bisa juga nominal menurut restitusinya. Jadi kita akan lihat, kita akan review lagi kira-kira kriteria yang seharusnya memang eligible itu dipenuhi apa enggak, itu aja," tegas Bimo.
(arj/haa)
Addsource on Google

3 hours ago
2
















































