Resmi! Ekspor CPO RI ke Amerika Bebas Tarif, Berapa Nilainya?

2 hours ago 1

Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia

20 February 2026 10:15

Jakarta, CNBC Indonesia- Ekspor minyak sawit Indonesia sepanjang Januari-Desember 2025 masih mencatatkan pertumbuhan.

Satu Data Kementerian Perdagangan melaporkan dua kelompok utama, yakni CPO mentah (HS 151110) dan produk sawit olahan selain mentah (HS 151190), sama-sama tumbuh dua digit secara tahunan.

Untuk HS 151110 atau CPO mentah, nilai ekspor mencapai US$ 3,09 miliar, naik 13,79% dibanding periode yang sama tahun lalu. Kinerja ini ditopang oleh permintaan dari India yang tetap menjadi pasar terbesar.

Sepanjang 2025, ekspor ke India mencapai US$ 2,86 miliar, bertambah US$ 499,17 juta dari tahun sebelumnya. Secara tahunan, pertumbuhannya berada di kisaran 21%.

Di bawah India, pasar Eropa masih menyerap CPO Indonesia meski dengan dinamika berbeda. Spanyol mencatat kenaikan menjadi US$ 64,35 juta. Sementara itu Belanda, Italia, dan Jerman mengalami penurunan nilai dibanding tahun lalu.

Italia bahkan terkoreksi lebih dari 50% secara tahunan. Di sisi lain, beberapa negara dengan basis impor lebih kecil mencatat lonjakan persentase tinggi, termasuk Singapura dan Maroko. Namun dari sisi nominal, kontribusinya masih jauh di bawah India.

Sawit Olahan HS 151190

Berbeda dengan CPO mentah, kinerja produk sawit olahan dalam HS 151190 tumbuh lebih agresif. Nilai ekspor sepanjang Januari-Desember 2025 mencapai US$ 21,34 miliar, melonjak 23,10% secara tahunan. Angka ini menunjukkan porsi produk hilir jauh lebih besar dibanding ekspor bahan mentahnya.

Pakistan menjadi tujuan terbesar dengan nilai US$ 3,28 miliar, diikuti China dengan US$ 2,56 miliar dan Bangladesh US$ 1,57 miliar.

Permintaan dari Asia mendominasi struktur pasar. Mesir, Malaysia, Vietnam, Filipina, Rusia, hingga Myanmar juga mencatat kenaikan signifikan. Amerika Serikat masih masuk 10 besar, meski nilainya sedikit lebih rendah dibanding tahun sebelumnya.

Jika dilihat dari sisi pertumbuhan, sejumlah negara Eropa seperti Prancis dan Belgia mencatat lonjakan persentase tinggi untuk produk HS 151190. Kenaikan juga terlihat di Singapura, Australia, hingga beberapa negara Afrika.

Pola ini mengindikasikan pasar produk olahan sawit Indonesia tetap terbuka di berbagai kawasan.

Secara keseluruhan, 2025 memperlihatkan struktur ekspor sawit Indonesia semakin bertumpu pada produk bernilai tambah.

Ekspor CPO dan Produk CPO ke AS Bakal Naik?

Sejumlah produk ekspor andalan Indonesia ke Amerika Serikat resmi bebas tarif, seusai Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump menandatangani perjanjian tarif dagang kedua negara.
Perjanjian tarif dagang yang ditandatangani kedua kepala negara itu tertuang dalam dokumen Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance.

Dalam konferensi pers hasil penandatanganan perjanjian dagang itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, setidaknya ada 1.819 pos tarif produk Indonesia yang kini menjadi bebas tarif bea masuk ke AS.

Sejumlah produk ekspor andalan Indonesia ke Amerika Serikat resmi bebas tarif, seusai Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump menandatangani perjanjian tarif dagang kedua negara.
Perjanjian tarif dagang yang ditandatangani kedua kepala negara itu tertuang dalam dokumen Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance.

Dalam konferensi pers hasil penandatanganan perjanjian dagang itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, setidaknya ada 1.819 pos tarif produk Indonesia yang kini menjadi bebas tarif bea masuk ke AS.

"Baik itu pertanian maupun industri, antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, komponen pesawat terbang, yang tarifnya adalah 0%," tegas Airlangga dalam konferensi pers secara daring, Jumat (20/2/2026).

Khusus untuk produk tekstil dan apparel Indonesia, Amerika kata Airlangga juga akan memberikan tarif 0% dengan mekanisme Tariff Rate Quota atau TRQ.

"Dan tentunya ini memberikan manfaat bagi 4 juta pekerja di sektor ini, dan kalau kita hitung dengan keluarga, ini sangat berpengaruh terhadap 20 juta masyarakat Indonesia," papar Airlangga.

Dalam perjanjian dagang itu, Airlangga mengatakan, Indonesia juga berkomitmen untuk memberikan fasilitas untuk produk Amerika dengan tarif nol, seperti gandum dan kacang kedelai.

"Sehingga masyarakat Indonesia membayar 0% untuk barang yang diproduksi dari soy bean ataupun wheat, dalam hal ini noodle ataupun dalam bentuk tahu dan tempe," papar Airlangga.

"Jadi masyarakat kita tidak dikenakan beban tambahan biaya untuk bahan baku yang kita impor dari Amerika Serikat," tegasnya.

Dibebaskannya tarif impor untuk sawit diharapkan bisa mendongkrak ekspor CPO dan produk olahannya ke AS.

CNBC Indonesia Research

(emb/emb)

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |