Reaksi China Setelah Amerika Rebut Startup Bernilai Rp 33 Triliun

19 hours ago 11

Jakarta, CNBC Indonesia - China akan menyelidiki akuisisi senilai lebih dari US$2 miliar (sekitar Rp33 triliun) yang dilakukan raksasa teknologi Amerika Serikat (AS), Meta, terhadap startup kecerdasan buatan (AI) dari China, Manus. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menilai apakah akuisisi tersebut mematuhi undang-undang pengendalian ekspor dan regulasi terkait investasi luar negeri.

Meta membeli Manus yang berbasis di Singapura bulan lalu, sebagai bagian dari strategi mengintegrasikan otomatisasi canggih ke produk konsumen dan bisnisnya. Transaksi ini, menurut sumber Wall Street Journal, menutup kesepakatan dengan nilai lebih dari US$2 miliar.

Kementerian Perdagangan China menyatakan akan melakukan penilaian dan penyelidikan terkait kepatuhan akuisisi ini terhadap undang-undang dan peraturan mengenai pengendalian ekspor, impor dan ekspor teknologi, serta investasi luar negeri.

"Pemerintah China secara konsisten mendukung perusahaan dalam menjalankan operasi transnasional yang saling menguntungkan dan kerja sama teknologi internasional sesuai hukum dan peraturan," kata juru bicara Kementerian Perdagangan, He Yadong, dikutip dari CNBC Internasional, Jumat (9/1/2026).

Manus, yang awalnya merupakan produk startup China Butterfly Effect (Monica.Im), kini beroperasi dari Singapura. Startup ini dikenal sebagai DeepSeek berikutnya karena mampu menyediakan agen AI untuk riset pasar, coding, dan analisis data. Manus juga telah mencatat pendapatan berulang tahunan (ARR) lebih dari US$100 juta, hanya delapan bulan setelah peluncuran produk pertamanya.

Pengamat menilai penyelidikan China menunjukkan bahwa negara ini menilai agen AI canggih dan teknologi terkait sebagai aset strategis.

"Hasil yang paling mungkin adalah proses persetujuan yang lebih panjang dan kemungkinan kondisi penggunaan teknologi Manus yang dikembangkan di China, bukan pemblokiran total. Namun, ancaman tindakan lebih ketat memberi Beijing kekuatan negosiasi dalam akuisisi besar yang dipimpin AS ini," tambahnya." ujar Nick Patience, AI Lead The Futurum Group.

Akuisisi Manus dilakukan saat Meta menghabiskan miliaran dolar untuk mengembangkan kemampuan AI, menghadapi kemajuan dari pesaing seperti OpenAI dan Google.

Pada Juni, Meta menginvestasikan US$14,3 miliar untuk mengambil 49% saham startup AI, Scale AI, yang membawa pendiri sekaligus CEO Alexandr Wang ke tim kepemimpinan perusahaan. Meta juga mengumumkan akuisisi startup AI wearable, Limitless, pada Desember.

CEO Meta, Mark Zuckerberg, disebut menurunkan prioritas unit Fundamental Artificial Intelligence Research (FAIR) perusahaan, demi tim GenAI yang lebih fokus pada produk, untuk mempercepat kemajuan Meta dalam AI dan meningkatkan keluarga model AI Llama.

(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |