Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengklaim bahwa program makanan bergizi gratis turut dongkrak penjualan motor hingga mobil. Hal ini disampaikan saat Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta pada Jumat (13/2/2026).
Dirinya mengatakan bahwa sebagian petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membeli motor baru. Sehingga bisa dikatakan turut berkontribusi dalam angka penjualan motor Indonesia.
"Angka penjualan motor 4,9 juta terdongkrak MBG karena saya dapat laporan SPPG (dapur MBG), itu pegawai 60% beli motor," ungkapnya.
Selain itu, kebutuhan SPPG akan mobil juga ikut mendorong penjualan mobil salah satu merek.
Foto: Sejumlah siswa menerima makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Sumur Batu 03 Pagi, Kemayoran, Jakarta, Selasa, (4/2/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Sejumlah siswa menerima makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Sumur Batu 03 Pagi, Kemayoran, Jakarta, Selasa, (4/2/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
"Kemudian berdampak salah satu merek mobil. Satu SPPG butuh 2 mobil," ujarnya.
Bukan hanya itu, MBG juga berdampak ke sektor lainnya seperti pertanian dan peternakan.
"Kebutuhan pangan naik karena MBG 1 SPPG sekali makan pisang, 3.000 pisang butuh 15 tandan atau 15 pohon. Kalau 2 seminggu butuh 30 pohon pisang dibutuhkan 1,5 hektare (untuk) 1 SPPG," bebernya.
"Makan lele, 3.000 lele sekali makan butuh 32 lele 1 SPPG dalam 1 bulan. 1 SPPG butuh 4 kandang untuk 1 SPPG sebulan. Program ini menumbuhkan gairah di masyarakat membuat petani berseri ternyata MBG tidak hanya produk pertanian tapi dampak ke ekonomi," jelasnya.
(wur/wur)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
1

















































