Peternak Menjerit, Harga Ayam Hidup di Kandang Anjlok Sampai Jual Rugi

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga ayam hidup di tingkat peternak dilaporkan anjlok sejak akhir Desember 2025 hingga sekarang. Kondisi ini membuat peternak rakyat mengeluh lantaran harga jual di kandang sudah jauh di bawah biaya produksi, sehingga memicu kerugian.

Peternak dari Persatuan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) Asep Saepudin mengatakan harga ayam hidup di kandang kini berada di kisaran Rp16.000-Rp17.000 per kilogram (kg), khususnya di wilayah Banten dan Jawa Barat.

"Iya, posisi harga ayam di tingkat peternak sudah menyentuh.. hari ini di Rp16.000-Rp17.000 di kandang ayam. Harga ini turun terus dari tanggal 24 Desember 2025 kemarin, sampai hari ini terjadi penurunan, khususnya wilayah Banten, Jawa Barat," ungkap Asep kepada CNBC Indonesia, Rabu (14/1/2026).

Asep menyebut, harga tersebut jauh dari kondisi normal. Ia mengatakan harga ayam hidup idealnya berada di sekitar Rp23.000 per kg.

"Normal nya Rp23.000 per kg," sebut dia.

Ia juga menegaskan harga yang berlaku saat ini berada di bawah harga pokok produksi (HPP) peternak. Menurut Asep, HPP peternak berada di angka Rp21.500 per kg.

"HPP kita di Rp21.500 per kg ,sekarang harga jauh di bawah HPP," ucapnya.

Di sisi lain, pemerintah sebenarnya telah menetapkan harga acuan untuk komoditas peternakan. Mengacu Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 529 Tahun 2024, harga acuan pembelian di tingkat produsen untuk komoditas ayam hidup ditetapkan sebesar Rp25.000 per kg, sementara harga acuan penjualan di tingkat konsumen sebesar Rp40.000 per kg.

MBG Jadi Penyelamat?

Karena itu, Asep berharap pemerintah segera mengambil langkah agar harga ayam di kandang kembali naik. Ia juga meminta perusahaan integrator atau perusahaan integrasi (integrated poultry company), sebagai pemimpin pasar, ikut mendorong perbaikan harga di tingkat peternak.

"Harapan kami ke pemerintah, minta segera adanya kenaikan harga ayam, terutama kepada perusahaan-perusahaan integrasi sebagai market leader, supaya dinaikkan biar peternak rakyat kecil-kecil seperti kami tidak mengalami kerugian yang besar, dan tetap bisa bertahan dan berternak sebagai mata pencaharian," ujarnya.

Asep menduga salah satu penyebab penurunan harga ayam hidup di kandang lantaran adanya libur sekolah, sehingga pasokan yang biasanya diperuntukkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) jadi tidak terserap. Di sisi lain, ia menyebut harga daging ayam di tingkat pengecer masih terpantau stabil tinggi.

"Penurunan harga terjadi semenjak libur-nya MBG. Padahal, di tingkat pengecer masih stabil tinggi harga daging ayam," sebut dia.

Ia pun menilai ada tekanan pasar yang terjadi di tingkat broker. Menurutnya, kondisi ini terjadi karena stok di tingkat peternak berlebih, sehingga menjadi celah untuk menekan harga jual.

"Sepertinya ini ada tekanan pasar di tingkat broker," kata Asep.

Saat ditanya lebih lanjut terkait tekanan di tingkat broker, Asep kembali menekankan adanya ketimpangan antara harga di pengecer yang masih tinggi dengan harga yang diterima peternak.

"Iya, posisi harga di tingkat pengecer masih tinggi dan peternak cukup rendah, mungkin karena efek melambatnya atau berkurangnya kontribusi MBG. Jadi, ada stok berlebih di tingkat peternak sehingga jadi bahan tekan oleh pedagang," jelasnya.

Asep pun berharap, jika penyerapan daging ayam dan telur melalui program MBG kembali masif, maka harga ayam di tingkat peternak bisa ikut terdongkrak.

"Iya, akan sangat membantu," ujarnya.

Senada, Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) Sugeng Wahyudi juga membenarkan harga ayam hidup di kandang mengalami penurunan signifikan pada awal tahun. Ia menilai penurunan terjadi karena stok berlebih yang tidak diimbangi permintaan.

"Iya. Awal tahun ditandai dengan turunnya harga ayam di kandang. Menurut hemat saya, stoknya berlebih yang tidak diimbangi dengan demand," kata Sugeng saat dihubungi terpisah.

Sugeng berharap program MBG yang mulai beroperasi kembali, usai adanya libur sekolah, bisa membantu menaikkan permintaan, sehingga harga kembali menyesuaikan dan peternak tidak terus berada dalam posisi merugi.

"Kedepan, dengan MBG yang sudah mulai beroperasi, berharap dapat menaikkan demand (permintaan). Sehingga tidak dalam waktu yg lama akan terjadi kesesuaian harga, supaya peternak tidak dalam posisi merugi," ujarnya.

Ia menyebut, harga ayam hidup di kandang saat ini berada di kisaran Rp18.000 per kg, sementara biaya pokok produksi peternak berada di sekitar Rp21.000 per kg.

"Harga di kandang saat ini di posisi Rp18.000 per kg ayam hidup di kandang. Sementara biaya pokok produksi peternak di kisaran Rp21.000 per kg," pungkas Sugeng.

(dce)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |