Jakarta, CNBC Indonesia - Delegasi Ukraina, Amerika Serikat, dan Rusia memulai pertemuan trilateral di Uni Emirat Arab (UEA) pada Jumat (23/1). Ini menjadi pertemuan pertama yang dihadiri seluruh pihak sejak invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada 2022.
Penasihat Kremlin, Yury Ushakov, mengonfirmasi keikutsertaan Rusia dalam kelompok kerja trilateral yang membahas isu keamanan di Abu Dhabi. Pernyataan ini menguatkan informasi sebelumnya dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Pertemuan ini berlangsung setelah utusan khusus Presiden Donald Trump, Steve Witkoff, dan Jared Kushner bertemu Putin selama lebih dari tiga jam pada Kamis malam. Ushakov menyebut diskusi itu sangat substantif, konstruktif, dan terbuka, meski tetap bersifat rahasia.
Namun, Ushakov menegaskan bahwa tanpa penyelesaian isu teritorial, Rusia tidak melihat peluang tercapainya penyelesaian jangka panjang.
Ia juga menegaskan, Moskow akan terus mengejar tujuannya melalui medan tempur sampai kesepakatan dicapai.
Sejauh ini, upaya AS menghentikan perang yang telah berlangsung empat tahun belum membuahkan hasil. Tuntutan Rusia agar Ukraina menyerahkan wilayah yang diklaim Moskow menjadi hambatan terbesar dalam negosiasi.
Rusia saat ini menguasai sekitar 20% wilayah yang diakui sebagai kedaulatan Ukraina, mencakup hampir seluruh Luhansk dan sebagian Donetsk, Kherson, dan Zaporizhzhia. Moskow menuntut Ukraina menyerahkan seluruh empat oblast tersebut, kendati belum seluruhnya berhasil dikuasai.
Kremlin menyatakan pertemuan akan dilanjutkan Sabtu jika diperlukan. Selain itu, utusan khusus Putin, Kirill Dmitriev, juga dijadwalkan bertemu Witkoff secara terpisah untuk membahas isu ekonomi.
Delegasi Rusia dalam pertemuan trilateral hanya diwakili Kementerian Pertahanan dan dipimpin Kepala Direktorat Intelijen Utama Laksamana Igor Kostyukov.
Delegasi Ukraina dipimpin negosiator utama Rustem Umerov bersama pejabat kantor presiden dan Kepala Staf Umum Andrii Hnatov. AS belum memberikan komentar resmi terkait pertemuan ini.
Di tengah upaya diplomatik, Rusia mengirim sinyal militer dengan patroli pesawat pembom jarak jauh selama lima jam di atas Laut Baltik pada Kamis.
Witkoff sebelumnya menyatakan negosiasi "tinggal satu isu". Seorang pejabat Eropa mengkonfirmasi bahwa isu yang dimaksud adalah soal wilayah.
"Saya rasa kami tinggal pada satu isu, dan kami telah membahas beberapa iterasi dari isu tersebut, dan itu berarti isu itu dapat diselesaikan," ujarnya dalam sebuah acara di Davos, dikutip dari CNN, Sabtu (24/1/2026).
Presiden Trump menilai kesepakatan damai sudah dekat dan menekan agar Ukraina menerima kompromi. Sementara Zelensky dalam pidatonya di Davos justru mengkritik kurangnya dukungan Eropa dan menegaskan bahwa isu tanah di wilayah Timur menjadi inti pembahasan.
"Semua ini tentang bagian Timur negara kami, semua tentang tanah," katanya. "Itulah isu yang belum terpecahkan."
Di sisi lain, Ukraina kini berupaya memulihkan jaringan listrik untuk lebih dari satu juta warga yang terdampak serangan rudal dan drone Rusia. Pemerintah menyebut sistem energi menghadapi situasi tersulit sejak 2022 akibat serangan beruntun.
Foto: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan beberapa pemimpin tinggi Eropa di Gedung Putih, Washington, D.C., AS, Senin (18/8/2025). (REUTERS/Kevin Lamarque)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan beberapa pemimpin tinggi Eropa di Gedung Putih, Washington, D.C., AS, Senin (18/8/2025). (REUTERS/Kevin Lamarque)
(dce)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
1

















































