Pendapatan Turun, Laba ADHI Malah Naik 12,5%, Ini Penyebabnya

6 days ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten BUMN Karya, PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp8,49 miliar pada semester I-2026. Laba tersebut naik 12,57% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp7,54 miliar.

Padahal, pendapatan usaha hingga semester I tahun ini turun 18,35% menjadi sebesar Rp3,11 triliun, turun 18,35% dari tahun 2025 yang sebesar Rp3,81 triliun.

Namun, ADHI berhasil menekan beban pokok pendapatan menjadi Rp2,41 triliun dari Rp3,24 triliun, atau turun 25,50%. Penurunan beban pokok yang lebih besar dibandingkan penurunan pendapatan membuat laba bruto melonjak 22,28% menjadi Rp700,42 miliar, dibandingkan Rp572,87 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi operasional, total beban usaha berhasil ditekan tipis menjadi Rp384,25 miliar. Secara rinci, beban penjualan meningkat 12,15% menjadi Rp6,51 miliar dari Rp5,80 miliar, sementara beban umum dan administrasi turun tipis 0,14% menjadi Rp377,74 miliar dari Rp378,21 miliar.

Efisiensi tersebut mendorong laba usaha meningkat signifikan menjadi Rp316,17 miliar, melonjak 67,69% dibandingkan semester I-2025 yang sebesar Rp188,85 miliar.

Selain itu, kontribusi dari bagian laba ventura bersama juga meningkat menjadi Rp188,41 miliar dari Rp186,24 miliar, atau naik sekitar 1,17%.

Namun demikian, kinerja positif di tingkat operasional tertahan oleh membengkaknya sejumlah pos non-operasional. Bagian rugi entitas asosiasi meningkat tajam menjadi Rp23,92 miliar dari Rp3,36 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, atau melonjak sekitar 611,59%.

Selain itu, beban keuangan naik menjadi Rp349,17 miliar dari Rp339,81 miliar, meningkat 2,75%. Perseroan juga mencatat beban lain-lain bersih sebesar Rp35,83 miliar, berbalik dari tahun sebelumnya yang masih mencatat pendapatan lain-lain bersih sebesar Rp75,24 miliar, sehingga memberikan tekanan signifikan terhadap laba.

Akibatnya, laba sebelum pajak turun menjadi Rp20,56 miliar dari Rp24,80 miliar pada semester I-2025, atau menyusut 17,11%. Sementara itu, beban pajak penghasilan tidak final turun menjadi Rp3,04 miliar dari Rp5,21 miliar, atau berkurang 41,59%, sehingga jumlah beban pajak penghasilan bersih juga turun dalam persentase yang sama.

Pada akhirnya, laba tahun berjalan perseroan tercatat sebesar Rp17,51 miliar, turun 10,52% dibandingkan Rp19,59 miliar pada semester I-2025.

Adapun aset ADHI hingga semester I tahun ini turun jadi Rp 27,5 triliun dari akhir tahun 2025 yang sebesar Rp 28,7 triliun.

(ayh/ayh)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |