Pasca Longsor, Produksi Tambang Freeport Baru Normal Kuartal II-2026

3 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Freeport McMoRan (FCX) dalam laporannya mengungkapkan bahwa tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) baru akan mulai beroperasi secara bertahap pada kuartal kedua tahun 2026. Hal itu menyusul insiden longsoran lumpur yang terjadi pada 8 September 2025 lalu.

Sejatinya, investigasi dan rencana perbaikan pasca insiden sudah rampung pada akhir tahun lalu. Sekarang, perusahaan fokus pada persiapan teknis untuk memulai kembali produksi yang sempat terhenti untuk memastikan keselamatan kerja.

"Investigasi dan rencana perbaikan telah diselesaikan pada kuartal keempat 2025, dan dimulainya kembali operasi serta peningkatan produksi secara bertahap di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave diperkirakan akan dimulai pada kuartal kedua 2026," tulis FCX dalam laporan resminya, dikutip Jumat (23/1/2026).

Dampak dari insiden longsoran lumpur tersebut menekan kinerja produksi tahunan perusahaan. Sepanjang tahun 2025, PTFI hanya mampu mencatatkan produksi tembaga sebesar 1,0 miliar pon dan emas 0,9 juta ons, angka tersebut jauh di bawah tingkat operasi normal yang biasanya menghasilkan sekitar 1,7 miliar pon tembaga dan 1,3 juta ons emas per tahun.

"Rencana tersebut mencakup dimulainya kembali Blok Produksi 2 dan 3 pada kuartal kedua 2026 serta potensi dimulainya kembali operasi di Blok Produksi 1 pada tahun 2027," tambah pernyataan perusahaan.

Berdasarkan estimasi perusahaan, sekitar 85% dari total produksi pada tingkat operasi normal baru akan pulih pada paruh kedua tahun 2026. Saat ini, proses pembersihan lumpur di area tambang, perbaikan infrastruktur pendukung, hingga pemasangan penghalang pelindung terus dikebut agar target pemulihan dapat berjalan sesuai jadwal.

Dengan begitu, PTFI tengah mengupayakan pemulihan kerugian berdasarkan polis asuransi properti dan gangguan usaha, yang memberikan perlindungan hingga sebesar US$1,0 miliar atas kerugian (dengan batas maksimum US$0,7 miliar untuk insiden bawah tanah), setelah dikurangi deduksi sebesar US$0,5 miliar.

Dampak insiden tersebut juga merambah ke sektor hilir, yang mana operasi peleburan (smelter) PTFI di Jawa Timur sempat dihentikan sementara pada kuartal keempat 2025 karena minimnya pasokan konsentrat tembaga. Pengiriman pasokan ke smelter baru diperkirakan baru akan kembali normal pada paruh kedua 2026, bergantung pada keberhasilan pemulihan produksi di hulu.

Kendati demikian, PTFI tetap optimistis dengan prospek jangka panjang melalui pengembangan tambang Kucing Liar. Terbarunya, terdapat potensi cadangan di area tersebut meningkat menjadi 8 miliar pon tembaga dan 8 juta ons emas, dengan estimasi produksi awal dimulai sekitar tahun 2030.

(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |