Jakarta, CNBC Indonesia - Tanda-tanda panic buying bahan bakar minyak (BBM) mulai terlihat di dunia. Hal ini terjadi karena kekhawatiran kekurangan pasokan minyak dari Timur Tengah akibat serangan Amerika Serikat (AS)-Israel ke Iran, dan penutupan Selat Hormuz, jalur 20% minyak global, sebagai pembalasan Teheran.
Lalu di mana saja itu terjadi? Berikut rangkuman CNBC Indonesia, Kamis (5/3/2026).
Korsel
Panic buying kini muncul nyata di Korea Selatan (Korsel). Antrean kendaraan mengular di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar di Seoul pada Rabu, di tengah lonjakan harga minyak global dan gejolak pasar keuangan akibat perang di Timur Tengah.
Warga terlihat memilih mengisi penuh tangki kendaraan mereka karena khawatir harga BBM akan terus naik. Operator SPBU melaporkan antrean lebih panjang dari biasanya.
Meski belum dinyatakan sebagai panic buying resmi, perilaku konsumen menunjukkan meningkatnya kecemasan terhadap pasokan dan harga energi. "Saya isi sekarang karena takut besok lebih mahal," ujar seorang pengemudi di Seoul kepada media lokal.
Laporan Yonhap menyebut kekhawatiran tersebut sejalan dengan tekanan berat yang menghantam ekonomi Korsel. Ini akibat perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran.
Pada Rabu, indeks Kospi anjlok lebih dari 12%, bahkan setelah otoritas bursa mengaktifkan mekanisme penghentian sementara perdagangan (sidecar). Dalam dua hari terakhir, indeks saham utama Korsel itu tercatat telah merosot hampir 20%.
Gejolak juga terjadi di pasar valuta asing. Nilai tukar won terhadap dolar AS sempat menembus level 1.500 won per dolar, tertinggi dalam 17 tahun terakhir.
Pada saat yang sama, harga bensin rata-rata di Korea Selatan melampaui 1.800 won (Rp21.000) per liter. Ini memperkuat kekhawatiran masyarakat terhadap lonjakan biaya hidup.
Analis memperingatkan Korsel berisiko menghadapi kondisi darurat ekonomi jika konflik terus meningkat. Ancaman utama berpusat di Selat Hormuz, jalur vital pasokan energi global.
Situasi memburuk setelah serangan Iran dilaporkan membakar 10 kapal tanker minyak, memicu spekulasi bahwa Angkatan Laut AS akan mengawal kapal-kapal yang melintasi kawasan tersebut. Saat ini, sebanyak 26 kapal tanker milik Korsel dilaporkan tertahan di sekitar selat tersebut.
Sebagai konsumen minyak mentah terbesar ketujuh di dunia, Korsel sangat bergantung pada impor untuk lebih dari 90% kebutuhan energinya. Sekitar 70,7% impor minyak mentah dan 20,4% impor gas alam cair negara itu melewati Selat Hormuz.
Meski pemerintah memiliki cadangan minyak yang cukup untuk sekitar enam bulan, pasokan tersebut akan tergerus jika jalur pelayaran utama ini terganggu dalam waktu lama.
Tekanan energi dan ketidakpastian global mulai merembet ke sektor riil. Gangguan logistik berpotensi menekan ekspor utama Korsel, seperti mobil, ponsel pintar, dan kosmetik, pada saat negara itu berharap pemulihan ekonomi didorong oleh kinerja ekspor yang kuat.
Australia
Kondisi sama juga dilaporkan di Australia. Mengutip ABC, di Perth, negara bagian Australia Barat, ribuan pengendara di seluruh kota mengantre di sepanjang jalan untuk mengisi bahan bakar pada Selasa malam.
Perdana Menteri (PM) Australia Barat, Roger Cook, menenangkan warga dengan mengatakan tidak perlu panik membeli. Ia juga menyampaikan pesan tegas kepada perusahaan bahan bakar.
"Jangan menaikkan harga hanya karena orang khawatir tentang masa depan mereka," katanya.
"Saat ini Anda memiliki pasokan bahan bakar yang berkelanjutan," tambahnya.
Sementara itu, badan otomotif utama negara bagian Queensland mengumumkan akan melaporkan pengecer bahan bakar besar ke Komisi Persaingan dan Konsumen Australia (ACCC) atas "perilaku tidak adil". Ini setelah menaikkan harga hanya beberapa hari setelah konflik dimulai di Timur Tengah.
Dalam 24 jam terakhir, lebih dari 210 SPBU di seluruh Queensland Tenggara menaikkan harga mereka menjadi 219,9 sen per liter. Ini tertinggi dalam beberapa minggu terakhir, termasuk di Brisbane
Di Sydney, negara bagian New South Wales, dan Melbourne, negara bagian Victoria, perusahaan minyak dituding menaikkan harga lebih tinggi dari seharusnya. Mereka disebut mengambil keuntungan secara tidak adil dari situasi "bencana" di Timur Tengah.
"Mayoritas minyak Australia berasal dari Singapura, bukan Timur Tengah, jadi meskipun harga di pasar mungkin naik, tidak akan ada masalah pasokan," ungkap Asosiasi Pemasar Minyak dan Gas Rumah Tangga Australasia, Rowan Lee.
"[Juga] waktu tunda Anda hingga dua minggu... masih terlalu dini untuk melihat bagaimana ini akan terjadi," katanya.
Menteri Energi Chris Bowen mengatakan Australia siap menghadapi ketidakstabilan pasokan bensin yang disebabkan oleh konflik di Timur Tengah. Bowen mengatakan ia telah berbicara dengan para kepala eksekutif perusahaan kilang minyak Australia dan bahwa Australia saat ini memiliki stok bahan bakar yang melebihi kewajiban minimum.
"Perusahaan-perusahaan telah memberitahu bahwa mereka yakin akan pasokan minyak hingga bulan Mei," ujarnya.
Inggris
Panic buying juga terjadi di Inggris karena kekhawatiran akan kekurangan bensin meningkat menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah. Ini terjadi di London, Manchester, dan Liverpool melaporkan menunggu lebih dari satu jam untuk mengisi bahan bakar, lapor Metro, sebagaimana dimuat NDTV.
Karenanya, mengutip Independent, pengemudi di Inggris telah diberi peringatan tentang panic buying BBM di tengah konflik Timur Tengah. Para pengendara didesak untuk menghindari panic buying meskipun ada kekhawatiran harga BBM dapat naik.
"Harga di pompa bensin sedang naik, biaya grosir telah meningkat bahkan sebelum serangan akhir pekan lalu di Iran," kata otoritas.
"Namun, harga rata-rata di pompa bensin hari ini masih di bawah harga awal tahun lalu," tambahnya.
"Perdagangan bahan bakar telah melaporkan peningkatan permintaan, yang memang sudah diperkirakan, tetapi pengemudi pada umumnya mengikuti saran untuk tetap mengikuti rutinitas pengisian bahan bakar mereka seperti biasa," jelasnya.
"Tidak ada gunanya membuang waktu, bahan bakar, dan uang untuk mengantre ketika pengemudi tidak perlu melakukannya."
(tfa/tfa)
Addsource on Google

3 hours ago
1

















































