Pabrik Otomotif Raksasa Mau PHK Karyawan Gara-Gara Trump

15 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah raksasa otomotif terpaksa menutup pabrik produksi mobil setelah presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pengenaan tarif impor tinggi bagi puluhan negara. Penutupan pabrik juga disertai pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Stellantis mengumumkan pada hari Kamis bahwa mereka akan menghentikan produksi di dua pabrik perakitan di Kanada dan Meksiko. Langkah ini berarti sekitar 900 pekerja di AS di pabrik pendukung akan diberhentikan sementara.

Tindakan tersebut dianggap sebagai tindakan paling drastis yang dilakukan oleh produsen mobil terkait tarif baru.

Waktu henti Stellantis dimulai pada Senin (7/4/2025) dan ditetapkan selama dua minggu di Pabrik Perakitan Windsor milik pembuat mobil tersebut di Ontario, Kanada, dan sepanjang bulan April di Pabrik Perakitan Toluca di Meksiko.

Volkswagen, produsen mobil terbesar di Eropa, berencana untuk menambahkan biaya impor pada harga jual kendaraannya yang dikirim ke AS sebagai tanggapan terhadap tarif Trump. Raksasa otomotif Jerman itu juga dilaporkan telah menghentikan semua pengiriman kendaraan yang dibuat di Meksiko ke AS melalui kereta api.

Tindakan tersebut, yang pertama kali dilaporkan oleh publikasi perdagangan Automotive News, tampaknya menggarisbawahi dampak langsung tarif Trump terhadap perusahaan tersebut.

"Kami berkomunikasi dengan badan dealer kami tentang semua aspek bisnis, dan kami ingin bersikap sangat transparan tentang menavigasi masa ketidakpastian ini," mengutip CNBC Internasional pada Sabtu (5/4/2025).

"Kami mengutamakan kepentingan terbaik dealer dan pelanggan kami, dan setelah kami mengukur dampaknya terhadap bisnis, kami akan berbagi strategi kami dengan dealer kami," mereka menambahkan.

Sebagai bagian dari rencana yang dirancang untuk mengalihkan produksi ke pabrik-pabrik AS dan meningkatkan lapangan kerja di Amerika, pemerintahan Trump pada Kamis (2/4/2025) memberlakukan tarif sebesar 25% untuk impor mobil asing. Gedung Putih juga mengatakan pihaknya bermaksud untuk mengenakan tarif pada beberapa suku cadang mobil paling lambat tanggal 3 Mei.

Tindakan tersebut, yang terpisah dari tarif baru Trump yang besar terhadap mitra dagang utama, telah memukul keras industri otomotif global.

Saham beberapa merek mobil terbesar di dunia diperdagangkan turun tajam pada hari Jumat, melanjutkan kerugian tajam dari sesi sebelumnya.

Saham otomotif jatuh lebih dalam ke wilayah negatif tak lama setelah kementerian keuangan China mengatakan Beijing bermaksud mengenakan tarif 34% pada semua barang yang diimpor dari AS mulai 10 April.


(mkh/mkh)

Saksikan video di bawah ini:

Video: VW Banting Setir Bikin Senjata - Tesla Jadi Korban Baru Trump

Next Article 'Era Kegelapan' Para Raksasa Otomotif, Tutup Pabrik-PHK 10.000 Pekerja

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |