Tangerang, CNBC Indonesia - PT BYD Motor Indonesia memanfaatkan ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 untuk memperkuat strategi elektrifikasi di Indonesia. Setelah meluncurkan BYD M6 EV rakitan lokal, perusahaan juga menegaskan teknologi Dual Mode (DM) atau plug-in hybrid akan menjadi salah satu andalan untuk menjangkau konsumen yang belum siap beralih sepenuhnya ke mobil listrik.
Head of Marketing PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan teknologi DM dihadirkan sebagai pelengkap lini kendaraan listrik murni (battery electric vehicle/BEV) yang telah dipasarkan BYD. Menurutnya, teknologi tersebut menjawab berbagai tantangan yang masih dihadapi pasar otomotif nasional, terutama di luar kota-kota besar.
"Kita masih melanjutkan rangkaian campaign terhadap teknologi baru DM yang kami perkenalkan sekitar dua bulan lalu. Dual Mode ini merupakan complementary solution dari lini elektrifikasi yang sudah ada karena masih ada keterbatasan infrastruktur pengisian daya, sebagian masyarakat belum siap langsung mengadopsi EV, sementara kendaraan berbahan bakar minyak masih mendominasi pasar. Karena itu teknologi PHEV menjadi solusi yang kami bawa dan dalam hampir dua bulan sejak diperkenalkan, permintaannya cukup baik," ujar Luther di GIIAS, Kamis (30/7/2026).
Selain fokus pada M6 DM, BYD memastikan teknologi Dual Mode akan diperluas ke model lain. MPV menjadi segmen paling tepat untuk menjadi pembuka karena sesuai dengan karakter pasar Indonesia yang membutuhkan kendaraan keluarga dengan harga kompetitif.
BYD M6 DM. (CNBC Indonesia/Ferry Sandi) Foto: BYD M6 DM. (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)
"Dalam waktu dekat, bahkan bisa tahun ini, kami akan memperkenalkan model lain dengan teknologi DM. Saat ini kami fokus pada M6 karena merupakan kendaraan tujuh penumpang yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia, sudah terbukti selama dua tahun, serta menawarkan harga yang mudah dijangkau sehingga lebih cepat diadopsi konsumen," ujar Luther.
Di sisi produksi, BYD memastikan M6 EV dan M6 DM kini sudah dirakit di dalam negeri. Peralihan basis produksi dari luar negeri ke Indonesia tidak diikuti perubahan spesifikasi maupun penyesuaian harga jual. Pabrikan juga mengungkapkan kandungan komponen dalam negeri kendaraan tersebut sudah melampaui ketentuan pemerintah.
"Secara komponen maupun kualitas tidak ada perbedaan. Harganya juga tetap stabil, tidak lebih murah dan tidak lebih mahal. Desainnya juga masih sama, hanya sumber produksinya yang sekarang sudah beralih ke Indonesia. Untuk TKDN juga sudah di atas 40% sesuai arahan pemerintah. Selain M6 EV dan M6 DM, Atto 1 juga sudah diproduksi secara lokal dan beberapa model lain akan menyusul untuk memenuhi kapasitas produksi," kata Luther.
Produksi lokal BYD dilakukan di fasilitas manufaktur Subang, Jawa Barat. Sebelumnya, BYD telah memperkenalkan M6 EV rakitan Indonesia di GIIAS 2026 dengan harga mulai Rp395 juta untuk varian Standard yang kini dibekali baterai 58 kWh. Pabrik tersebut juga diproyeksikan menjadi basis produksi berbagai model BYD yang dipasarkan di Indonesia.
"Kami akan mengumumkan secara resmi operasional pabrik dalam satu hingga dua bulan ke depan melalui acara formal bersama pemerintah. Saat ini kami masih menyelesaikan berbagai persiapan dan menyesuaikan waktu yang tepat sebelum diumumkan secara resmi," ujar Luther.
(fys/wur)
[Gambas:Video CNBC]

1 hour ago
1

















































